| Rabu, 28 Nopember 2007 | PANTURA |
Dibangun Pelabuhan Terpadu Senilai Rp 40 M
SLAWI- Pelabuhan perikanan terpadu mulai dibangun di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi, Kabupaten Tegal. Tempat tersebut tidak hanya digunakan untuk bongkar-muat ikan, tetapi juga dilengkapi dengan bengkel kapal, pengolahan ikan, pabrik dan tempat penampungan es, serta stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN). Pembangunan pelabuhan percontohan tersebut diperkirakan menelan dana sekitar Rp 40 miliar. Pengerjaannya dilakukan secara bertahap. Tahap awal tahun 2007 ini dianggarkan dana sekitar Rp 10 miliar. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan Ir Suhadi, kemarin. Menurutnya, pelabuhan tersebut akan dibangun di areal seluas dua hektare. Pada tahap awal dibangun akses jalan, pemecah gelombang, pengerukan, reklamasi pantai, dermaga bongkar-muat, dan gedung tempat pelelangan ikan (TPI). "Menurut rencana, pelabuhan tersebut juga akan dijadikan objek wisata. Dengan demikian, kami ingin menghilangkan kesan pelabuhan itu berbau amis. Tetapi, terlihat lebih menarik," terangnya. Pertumbuhan Ekonomi Dia mengatakan, pelabuhan tersebut didesain mampu menampung sekitar 200 kapal berkapasitas di bawah 30 gross ton (GT). "Jumlah nelayan di Kabupaten Tegal diperkirakan sekitar 6.000 orang. Sebagian nelayan bekerja di luar daerah. Kapal jukung milik nelayan setempat sekitar 600, sedangkan kapal sopek dan gemplo sekitar 200 unit," ungkapnya. Suhadi mengatakan, pembangunan pelabuhan tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah itu. Terlebih lagi, lokasi pelabuhan sangat strategis, yakni di jalur pantura Semarang-Jakarta. "Masyarakat sangat mendukung pembangunan pelabuhan tersebut. Bahkan, mereka sudah mengharapkannya sejak tahun 1999," terang dia. Dalam pengerjaannya pun pihaknya meminta rekanan agar melibatkan warga sekitar. (H3-65) |