| Rabu, 28 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
Dua Emas Tak CukupTAK hanya ingin meraih dua medali emas. Itulah sikap para pedansa Indonesia dalam menatap SEA Games 2007. Harapan tersebut bukan ambisi yang muluk. Semua keinginan itu berdasarkan hal-hal yang realistis. ''Kemampuan anak-anak semakin bagus sejak pulang berlatih dari China. Mereka juga terus berlatih keras. Saya optimistis mereka bisa meraih lebih dari dua keping emas,'' kata pelatih Andy Tjahyono. Para pedansa Indonesia berlatih di Negeri Tirai Bambu selama dua pekan. Di sana, grafik prestasi mereka mengalami kemajuan berarti. Pencapaian itu membuat Andy optimistis. Kemampuan atlet Merah Putih dinilainya tak jauh berbeda dengan kemampuan pedansa Filipina dan tuan rumah Thailand. Dansa mulai dipertandingkan pada SEA Games 2005 di Manila. Saat itu, pedansa Indonesia sudah unjuk keterampilan. Sayangnya, para duta bangsa tersebut belum berprestasi maksimal. Mereka hanya menempati urutan keenam. Sekarang, kemampuan pedansa Tanah Air jauh berbeda dibandingkan dua tahun lalu. Mereka lebih siap, lebih matang, dan tentu saja berpengalaman. Momen Di cabang olahraga dansa, Indonesia mengirimkan empat pasang atletnya untuk bertarung memperebutkan 10 emas yang disediakan. Pada katagori dansa latin, akan tampil pasangan Kriswandoyo/Aprilia Munarwati dan Donny Oetomo/Melissa Parlene. Mereka akan berdansa cha-cha-cha, samba, rumba, paso double, dan jive. Pasangan Tri Mulyana/Trisnawati dan Stephanus Erwin Saloman/Raisa Edwina Djuanda yang berlaga di kategori standard ballroom akan membawakan tarian waltz, tango, slow foxtrot, quick step, dan vienesee waltz. Ada sesuatu yang istimewa bagi Kriswandoyo. Pria berusia 33 tahun itu menjadikan penampilan di Thailand sebagai momen khusus. Dia akan tampil habis-habisan bersama sang kekasih yang menjadi pasangannya. Kedua sejoli berencana menikah tahun depan. ''Kami berdansa satu hati. Itu karena ikatan perasaan cinta. Beda sekali kalau berdansa bukan dengan kekasih. Emosi kami lebih melankolis,'' tutur Kriswandoyo. Peluang Tampil di Thailand merupakan partisipasi kedua bagi Kriswandoyo yang akrab dipanggil Wawan di ajang SEA Games. Sayangnya, aksi pertama di Filipina dua tahun lalu belum menghasilkan prestasi memuaskan. Ketika itu, dia hanya bertengger pada urutan keenam di bawah dominasi atlet Filipina, Thailand, dan Singapura. ''Sekarang saya lebih siap. Evaluasi telah dilakukan. Latihan di China juga banyak memberikan nilai tambah," tandasnya. Wawan dan Aprilia diyakini Andy mempunyai peluang besar meraih emas dari nomor cha-cha-cha, samba, paso double, dan jive. Kans tersebut muncul karena kemampuan teknik mereka lebih bagus dibandingkan dua tahun lalu. Pedansa Indonesia berlatih di China dengan pengawasan atlet dansa yang sangat berpengalaman, Chao Liang. Dia memacu kelenturan fisik, dinamisasi gerak, peningkatan teknik, dan performa daya tahan tubuh atlet. Berguru hingga ke Negeri China adalah salah satu jalan mewujudkan medali. Ungkapan itu sudah terpatri pada hati para pedansa Indonesia. (Budi Yuwono-78) |