logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

"Skeet and Trap" Dibatalkan

BANGKOK- Surat pernyataan pengunduran diri yang tiba-tiba dikirim Komite Olimpiade Indonesia (KOI) membuat cabang menembak nomor skeet and trap putri SEA Games 2007 Thailand gagal dipertandingkan. Padahal sebelum surat yang ditandatangani Sekjen KOI Ari Ariotedjo itu tiba di meja panitia, atlet Indonesia Sylvia Silimang sudah mengikuti separo pertandingan di Lapangan Menembak Komplek Olahraga Hua Mark, Bangkok, kemarin.

Dengan tibanya surat pengunduran diri itu, nomor tersebut otomatis batal dipertandingkan. Pasalnya, gagal memenuhi ketentuan minimal harus diikuti empat negara. Tiga negara peserta lain adalah tuan rumah Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Dalam surat yang dikirim melalui faksimili itu, Ari menyatakan pengunduran diri tersebut disebabkan tak adanya persiapan sedari awal. Satgas Pelatnas 2007 memang tak mengikutkan nomor tersebut dalam daftar mereka.

Ketua Komisi Pembinaan dan Perencanaan Bidang Target dan Berburu PB Perbakin Fahira Fahmi Idris yang ditemui di lokasi pertandingan bisa memahami keberatan Satgas dan KOI. Dia menyadari sejak awal skeet and trap tak mengikuti program yang telah ditentukan.

"Pihak panitia mengatakan nomor skeet and trap bisa dipertandingkan jika Indonesia bersedia mengikuti. Kami lalu setuju dan mendaftarkan nama Sylvia Kailimang yang sebelumnya bertindak sebagai ofisial," terangnya.

Berbahaya

Fahira juga mengaku tak merasa kecewa dan bisa menerima alasan Satgas dan KOI. Kedua institusi itu menengarai terdapat niat-niat tertentu dari tuan rumah dengan membujuk Indonesia agar mau bertanding, meski atlet belum didaftarkan sebelumnya.

"Kalau nomor itu tetap dipertandingkan, tuan rumah akan diuntungkan," kata Fahira.

Namun, yang membuat posisi Indonesia berbahaya adalah jika yang meraih medali emas itu Singapura. Jika atlet negara itu menjadi yang terbaik, hasilnya bisa mempengaruhi posisi klasemen perolehan medali secara umum.

Sylvia yang ditemui seusai keputusan itu sempat menitikkan air mata. Dia sempat menyelesaikan tiga putaran di Hua Mark. Tetapi dia menyatakan tunduk dan paham terhadap keputusan Satgas. (ant-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA