logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Persita Salip PSIS dan PSMS

LAMONGAN- Persela gagal memaksimalkan laga kandang. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 (0-1) melawan tamunya, Persita, dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin.

Bagi anak-anak Tangerang, keberhasilan membawa pulang satu poin dalam lawatannya itu sangat berarti, karena peringkatnya naik dua tingkat.

Sebelumnya ''Pendekar Cisadane'' berada di urutan kedelapan, satu tingkat di bawah PSIS Semarang.

Hasil seri di Lamongan membawa Persita melonjak ke urutan keenam, menyalip PSIS dan PSMS.

Tuan rumah yang posisinya di klasemen sementara lebih unggul, tertinggal lebih dulu saat babak pertama berjalan 15 menit melalui aksi pemain asing Siankam Ernest.

Gol cepat itu membuat pemain Persela kelabakan. Mereka berusaha mengejar dengan meningkatkan tempo serangan.

Kondisi lapangan yang basah akibat diguyur hujan sebelum laga dimulai, menjadikan serangan tuan rumah sering kandas.

Permainan kedua tim cenderung memanas akibat seringnya terjadi benturan. Hingga 45 menit pertama berakhir, ''Laskar Joko Tingkir'' masih tertinggal 0-1.

Kecewa

Pendukung Persela kembali bernafas lega saat mantan pemain Persekabpas, Ulian Souza menyamakan skor, ketika babak kedua baru berjalan dua menit.

Kedudukan imbang itu membuat permainan kedua tim makin panas. Memasuki menit ke-56, Yopi Rayar (Persela) dan Firman Utina (Persita) yang terlibat baku hantam, diusir keluar lapangan oleh wasit Agus Margunaji dari Sleman. Kedua pemain sebelumnya telah mendapatkan kartu kuning.

Setelah itu, tensi permainan tetap tinggi dan menjurus kasar, hingga beberapa kali wasit harus memberi peringatan. Hingga laga berakhir, skor imbang 1-1 tidak berubah.

Pelatih Persela M Basri mengaku kecewa terhadap permainan anak asuhnya yang kurang terkontrol sehingga gagal memenangi pertandingan.

"Kami mampu tampil menekan, tapi penyelesaian akhir sangat buruk. Hasil seri ini jelas merugikan, apalagi kami main di kandang sendiri," katanya.

Absennya striker asal Brasil, Marcio Souza dan sejumlah pemain pilar lainnya, diakui Basri menjadikan kekuatan timnya sedikit berkurang.

Pelatih Persita Benny Dollo menyoroti kepemimpinan wasit yang banyak merugikan timnya.

Mantan pelatih Arema Malang itujuga memprotes kartu kuning kedua terhadap Firman Utina sehingga mengakibatkan gelandang tersebut harus keluar lapangan.

"Firman tidak terlibat dalam keributan, tapi mengapa dia harus diberi kartu. Keputusan itu jelas-jelas merugikan dan kami akan mengajukan banding ke PSSI," kata Benny.(ant-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA