logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Catatan dari KTT Ke-13 ASEAN (1)

Isu Politik di Myanmar Hangatkan Suasana


SM/Dwi Pamuji Sulistyanto SBY-SEIN: Presiden SBY mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Myanmar Thein Sein di Hotel Sangril-La Singapura.(30)

DELEGASI Indonesia pada KTT Ke-13 ASEAN di Singapura 19-22 November, baru saja pulang ke Tanah Air. Ada banyak hasil yang didapatkan dari pertemuan tersebut, khususnya untuk bangsa Indonesia dalam bertetangga dengan sembilan negara lainnya di Asia Tenggara. Berikut catatan wartawan Suara Merdeka Dwi Pamuji Sulistyanto yang mengikuti kegiatan tahunan tersebut di Hotel Shangri-La Singapura.

ISU politik dalam negeri Myanmar mendominasi persoalan yang dihabas para kepala negara dan pemerintahan se-ASEAN. Mulai penolakan utusan khusus PBB Prof Ibrahim Gambari yang akan berbicara di forum tersebut hingga ancaman Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo untuk tak meratifikasi isi piagam ASEAN bila junta militer Myanmar tidak melepaskan tokoh prodemokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Namun, pemerintah Indonesia punya cara tersendiri untuk turut membantu menyelesaikan masalah Myanmar. Hal itu juga diikuti oleh China. Intinya, kedua negara memiliki posisi yang sejalan dengan pemerintah Myamar untuk dapat bersikap self restraint dalam menghadapi gejolak dalam negeri Myanmar.

Indonesia dan China memiliki pendapat yang sama bahwa penerapan sanksi tidak efektif dan selalu mengupayakan pendekatan engagement. Perdana Menteri China Wen Jiao Bao pun menyatakan, Indonesia dan China bersama-sama terus mendorong rekonsiliasi nasional dan membantu proses demokratisasi serta pembangunan di Myanmar.

Untuk itu, Indonesia menyampaikan tiga pilar yakni peran Sekjen PBB melalui utusan khusus Gambari, pentingnya peran China, dan peran ASEAN. Tentu saja, selain membahas isu hangat Myanmar, delegasi Indonesia juga menghadiri serangkaian pertemuan tahunan tersebut. Pada awalnya, SBY menghadiri pertemuan tingkat tinggi ke-4 dengan Brunei, Malaysia, Indonesia, Philipina East Growth Area (BIMP-EAGA) serta pertemuan tingkat tinggi ke-3 Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

Mengevaluasi

Pertemuan-pertemuan itu memberikan kesempatan para pemimpin ASEAN untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang disepakati serta membahas strategi peningkatan kerja sama berbagai bidang.

Sesuai dengan tema utama KTT ASEAN ''Environmental Sustainability'', para kepala negara dan pemerintahan ASEAN memvokuskan pembahasan pada kerja sama perlindungan lingkungan hidup, ketahanan energi, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Juga membahas kerja sama memperkuat proses integrasi ASEAN, isu-isu regional dan internasional, termasuk masalah politik di Myanmar yang masih hangat tersebut.

Mengenai isu Myanmar, para pemimpin ASEAN membahas secara mendalam dan terbuka sehingga menghasilkan Chairman Statement. Intinya, mendukung keberhasilan misi PBB, mendorong proses demokrasi dan rekonsiliasi nasional, serta kesiapan ASEAN membantu secara aktif bilamana diperlukan.

Myanmar juga harus mendorong kemajuan proses demokratisasi dan rekonsiliasi nasional serta dialog dengan Aung San Suu Kyi dan LND. (46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA