logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Benih Padi Palsu Masuk ke Jateng

SEMARANG- Petani diharapkan selektif memilih benih padi. Pasalnya menjelang masa tanam ini, ditengarai benih padi palsu masuk ke beberapa wilayah di Jateng. Secara kualitas, benih tersebut tidak layak ditanam.

Komisi B DPRD Jateng menerima laporan dari Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Kebumen, dan Wonosobo. ''Sudah dua minggu lalu saya menerima laporan itu. Benih tersebut dijual belikan secara bebas,'' kata anggota Komisi B Bambang Raharjo Munadjat, Selasa (27/11).

Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Jateng M Riyono telah menemukan benih padi kualitas kurang baik di Purworejo. Dalam temuan itu ternyata keberadaan benih bukan untuk ditanam melainkan gabah yang siap giling untuk dikonsumsi. ''Kami tidak tahu mengapa benih padi palsu itu bisa masuk ke Jateng,'' tandasnya.

Dia mengkhawatirkan, bila petani tidak mengetahui keaslian benih akan berdampak pada hasil panenan mendatang. Kualitas beras yang dihasilkan tidak akan mampu dijual. ''Dampak lainnya petani akan rugi besar, bila tidak teliti dalam membeli benih,'' kata Riyono.

Mengetahui adanya kabar itu, DPRD Jateng akan mengundang instansi terkait seperti Dinas Peridustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, dan juga kepolisian.

''Harus ada koordinasi antarinstansi untuk penanganan. Karena informasi dari daerah terkait benih padi palsu sudah sangat meresahkan petani,'' kata anggota FPDI-P itu.

Kepala Subdin Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jateng Nuswantoro Pradono mengaku belum mendapat laporan soal masuknya benih padi palsu itu. (H37,H7-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA