| Rabu, 28 Nopember 2007 | NASIONAL |
Gubernur "Todong" Pengusaha Besar
SOLO- Upaya serius Gubernur Jateng Drs Ali Mufiz MPA untuk menggaet investasi lewat gelaran Central Java Infrastructure Business Forum (CJIBF) 2007 mendapat respon langsung dari para investor. Lewat sebuah pertemuan khusus di sela-sela arena CJIBF di Hotel Sunan itu, Gubernur berhasil ''merogoh'' kocek para investor potensial. Di awal pertemuan Ali Mufiz langsung minta Sandiaga S Uno, Managing Director PT Saratoga Investama Sedaya untuk menegaskan komitmennya ikut membangun Jawa Tengah. ''Sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, Anda tentu memiliki cukup dana untuk ikut membangun Jawa Tengah,'' katanya dalam pertemuan khusus yang juga dihadiri Ketua BPD Hipmi Jateng Kukrit Suryo Wicaksono, Direktur Eksekutif PT Danareksa Harry Wiguna, Ketua Kadin Jateng Solichedi, dan Ketua Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng Agus Suryono. Mendapat ''todongan'' Gubernur, Sandi (panggilan akrab Sandiaga) langsung menegaskan komitmennya. ''Dari awal, kami memang telah menyiapkan dana khusus yang akan dialokasikan investasi di wilayah Jateng,'' katanya. Untuk tahun 2007, dia menyebutkan telah membuat komitmen investasi senilai Rp 2,5 triliun. Dari dana itu, diupayakan bisa sebagian terealisasi untuk pembangunan proyek di Jateng. Sementara itu, Harry Wiguna juga menyatakan komitmennya akan membuka kantor cabang di Semarang dan Solo paling lambat tahun depan. ''Yang jelas tiap ada daerah yang potensial untuk pengembangan pasar modal, kami akan hadir ke sana.'' Lewat cabang di Jateng ini diharapkan nantinya Danareksa bersedia mengambil proyek dengan menandatangani LoI. Namun proyek yang diambil tentu saja harus sesuai dengan yang dipersyaratkan PT Danareksa. Jalan Terus Menanggapi komitmen para pengusaha, Gubernur Jateng menilai CJIBF akan menjadi agenda rutin tahunan. Forum ini diharapkan tidak akan berhenti hanya sebatas mempertemukan pemerintah daerah atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan para investor. CJIBF diharapkan tetap akan terus berlanjut dalam rangka menawarkan berbagai proyek yang ada. Gubernur Jateng mengatakan, dengan hanya diminatinya 14 dari 69 proyek yang ditawarkan, berarti masih ada sebanyak 55 proyek yang belum diminati. Karena itu harus ada upaya untuk menjualnya. Menurut Gubernur, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti semua proyek tersebut. Dalam jangka pendek, 55 proyek yang belum laku itu perlu dilengkapi data dan informasinya atau mengubah formatnya agar bisa diminati para investor. Untuk jangka panjang, semua proyek itu perlu dikemas dan dipromosikan ulang dengan melakukan pendekatan pada para investor. Pendekatan itu bisa dilakukan lintas sektoral maupun lintas struktural. Selain mengundang investor untuk datang, kata Ali Mufiz, perlu juga dilakukan jemput bola dengan mendatangi para investor untuk menawarkan proyak yang dijual. ''Jadi promosi itu tidak hanya dilakukan sekali, tapi harus simultan atau terus menerus,'' katanya. Tanpa kehadiran investasi, dia menyebutkan tidak mungkin bisa memacu pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen. Untuk mencapai angka pertumbuhan itu, 80 persen butuh investasi dari sektor swasta. ''Pemerintah daerah tak memiliki cukup dana untuk menanggung beban investasi yang besar dalam rangka memunuhi target pertumbuhan ekonomi,'' katanya. Yang jelas pemda telah memiliki political commitment untuk memberikan kemudahan bagi kalangan pemodal yang mau berinvestasi. ''Laporkan saja, kalau ada investor yang mengalami kendala dalam berinvestasi di Jateng. Nanti kami akan coba membantu memecahkannya.'' Harry Wiguna mengakui, tidak diminatinya sejumlah proyek yang ditawarkan memang tidak berarti proyek itu kurang prospektif. ''Bisa saja karena kemasannya memang kurang menarik, sehingga calon investor kesulitan menganalisa proyek tersebut.'' Sedangkan Sandiaga mendukung PT Danareksa untuk bisa menjadi meditasi yang mempertemukan para investor dengan daerah pemilik proyek. Apalagi Danareksa tentu lebih mengerti pola pandang investor. ''Untuk itu setelah CJIBF, harus langsung ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya di Jakarta,'' katanya. Solichedi yang juga ketua CJIBF mengatakan, setelah ini CJIBF akan diundang Sandiaga S Uno selaku Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI maupun Saratoga Group di Jakarta. CJIBF akan dipertemukan dengan para investor yang selama ini menjadi mitra Sandiaga. Pihak Kadin Australia juga akan mengundang tim CJIBF untuk promosi khusus di Australia untuk bidang agro pada perusahaan yang go telah publik. (B19,G8-33) | ||||