| Rabu, 28 Nopember 2007 | NASIONAL |
Tolak Sidang, Anggota DPRD MengamukSURABAYA- Aksi menendang kursi dan meja serta membanting piring mewarnai rapat paripurna DPRD Tuban, Jatim, Selasa (27/11). Aksi berlangsung ketika digelar rapat tentang pemandangan umum (PU) fraksi-fraksi atas RAPBD Tuban 2008. "Ya ada meja dan kursi yang ditendang anggota dan piring di atasnya terbanting," ujar Wakil Ketua DPRD Tuban, Tjong Ping ketika dihubungi Suara Merdeka dari Surabaya, kemarin petang. Tindakan anarkis itu dilakukan sebagian anggota DPRD Tuban karena menolak arogansi dan pemaksaan kehendak Ketua Dewan, Marwan. Politikus dari Partai Golkar itu memaksakan digelarnya rapat paripurna dengan agenda tersebut di atas. "Padahal, ketika digelar rapat panitia musyawarah (Panmus) pada Senin (26/11), hanya enam anggota yang hadir dari 16 anggota Panmus," tambahnya. Pada Senin itu, katanya, setelah digelar rapat Panmus, dilanjutkan dengan rapat panitia anggaran (Panggar). Lalu malam harinya digelar pertemuan pimpinan komisi dengan jajaran eksekutif. "Semuanya dipaksakan," ujarnya. Pada rapat kemarin, sejak pukul 09.10, Bupati Tuban Haeny Relawaty telah datang ke gedung Dewan. Sejumlah anggota Dewan dari PKB, PDI-P dan fraksi lainnya belum datang. Karena itu, Marwan menunda rapat satu jam. Saat rapat dibuka kembali sekitar pukul 10.10, sejumlah anggota Dewan dari FKB dan FPDI-P langsung melontarkan protes keras. Mereka menolak rapat dan menilai tak sah. Tidak Kuorum Ketua FKB Miyadi menyatakan, penentuan jadwal rapat paripurna oleh Panmus tak sah karena tidak kuorum. Anehnya, pimpinan rapat Marwan tetap memaksakan untuk melanjutkan paripurna tersebut. "Tak ada alasan untuk menunda agenda hari ini," tegasnya. Sikap itu menyulut emosi anggota Dewan dari FKB dan FPDI-P. Mereka lantas mengamuk dengan cara menendang meja, kursi, dan membanting piring-piring tempat makanan ringan. Tak berselang lama, Fraksi Amanah Demokrat (FAD) mendukung sikap anggota FPDI-P dan FKB itu. Marwan akhirnya membatalkan rapat paripurna. (G14-60) |