logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Menang atau Terbuang

BERLIN - Menang, atau terbuang. Itu situasi yang harus dihadapi Werder Bremen pada saat menjamu Real Madrid dalam matchday 5 Liga Champions Grup C di Weserstadion, Kamis dini hari WIB nanti.

Baru mengoleksi tiga poin dari empat pertandingan, membuat anak-anak asuhan Thomas Schaaf dipaksa menaklukkan Los Merengues. Jika target itu terwujud, klub Jerman ini masih harus berharap laga lain di Grup C antara Lazio dan Olympiakos berakhir imbang. Dengan demikian, peluang lolos ke babak 16 besar bisa terjaga.

Ketika kemenangan menjadi sebuah kewajiban, Bremen justru kehilangan playmaker Diego. Gelandang asal Brasil itu dilarang bermain karena menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Minus Diego jelas mengurangi kekuatan di lini tengah. Thomas Schaaf memang masih punya Carlos Alberto, tapi playmaker pelapis ini sedang bermasalah.

Belum lama ini Carlos Alberto terlibat perkelahian dengan rekan setimnya, Boubacar Sanogo. Terlepas dari insiden itu, peran gelandang asal Brasil tersebut sangat vital untuk menghidupkan lapangan tengah.

Keuntungan Bremen adalah posisi sebagai tuan rumah. Akhir-akhir ini Per Mertesacker cs sangat solid dan punya rekor bagus di Weserstadion.

Sanogo tampaknya akan menjadi target man. Sementara Tim Borowski diplot sebagai ''pembunuh'' dari lini kedua melalui tembakan-tembakan kerasnya.

Belum Stabil

Secara teknis, El Real jelas lebih mantap. Namun, permainan Los Blancos belum stabil, khususnya dalam laga di luar kandang. Dalam away, pasukan Bernd Schuster beberapa kali tampil di bawah form sehingga tim tamu mampu memperoleh hasil bagus.

Satu hal lagi, wakil Spanyol ini sering menyia-nyiakan peluang emas. Namun, jika start Raul Gonzalez bagus, itu alamat buruk bagi Bremen.

El Real kuat di barisan belakang dan tajam di lini penggempur. Titik lemah pasukan Schuster cuma di lapangan tengah. Jika Bremen mampu menguasai lini penghubung, jalan menuju kemenangan akan lebih lancar. ''Kami tak boleh lagi memberi lawan ruang gerak terlalu banyak,'' ujar Schaaf.

Bagaimana dengan Schuster? Dia yakin timnya bisa memastikan lolos ke babak 16 besar tanpa harus menunggu matchday 6.

''Kami harus aktif menciptakan peluang, karena dari situlah akan lahir gol,'' tutur entrenador asal Jerman ini. (rtr,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA