logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Siapkan 9 Langkah Amankan APBN 2008


SM/Antara Sri Mulyani

JAKARTA - Pemerintah mulai menghitung dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap APBN 2008. Untuk itu, sudah disiapkan sembilan langkah pengamanan terhadap anggaran 2008. Hal tersebut diumumkan Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat kabinet di kantor Presiden, Selasa (27/11).

Dia menguraikan, sembilan langkah, pertama, menyiapkan dana cadangan pengaman kenaikan minyak Rp 6 triliun. Dana itu merupakan jaring pengaman pertama gejolak harga minyak yang akan dipakai pertama kali.

Langkah kedua, menghemat belanja lembaga dan kementerian. Berdasarkan observasi, biasanya belanja dari lembaga dan kementerian hanya mencapai 86%-95%.

"Ini dari progam penghematan procurement dan sudah dilakukan. Itu bisa menghemat Rp 11,7 triliun," jelas Menkeu.

Ketiga, kata dia, pendapatan ekstra dari daerah penghasil migas. Dengan harga minyak 100 dolar AS per barel, beberapa daerah penghasil minyak dapat income ekstra.

"Itu diperkirakan bisa kita bayarkan dalam bentuk SUN, sehingga hemat Rp 13,9 triliun," imbuhnya.

Upaya keempat, lanjut Sri Mulyani, perubahan desain belanja kementerian dan lembaga. "Kami perkirakan ada Rp 10 triliun bisa dihemat terutama dari kegiatan non prioritas," katanya.

Langkah kelima, menjaga program penggulangan kemiskinan dan momen pertumbuhan ekonomi tidak akan diutak-atik. Beberapa insentif pertumbuhan industri tetap dilakukan, terutama pembebasan bea masuk dan insentif bagi perusahaan yang go public.

Keenam, mengamankan produksi minyak dan subsidi BBM dari sisi efisiensi. Itu dilakukan untuk menjaga target lifting 1.034 ribu barel per hari, dengan tetap menerapkan disiplin anggaran.

Upaya ketujuhk, kata dia, memperbaiki kinerja PLN dan Pertamina, yang merupakan dua BUMN penyedot subsidi terbesar.

"Tentu kinerja mereka amat menentukan besarnya subsidi dan baik-buruknya sektor industri," kata Menkeu.

Langkah kedelapan, optimalisasi target penerimaan pajak dan dividen BUMN. Untuk target PPh dinaikkan Rp 9 triliun, cukai Rp 1 triliun, usaha ekstra Ditjen Pajak ditambahkan Rp 5 triliun, dan tetap dijaga insentif fiskal untuk industri demi menjaga petumbuhan ekonomi dan program pengentasan kemiskinan.

Pertamina diperkirakan mendapat windfall profit hingga Rp 9 triliun, dan pemerintah akan meminta bagian dari dividennya.

Langkah terakhir, dilakukan penerbitan SUN, bila nanti defisit 2008 naik dari Rp 73,3 triliun menjadi Rp 75,9 triliun.

"Itu langkah yang akan kami lakukan agar APBN 2008 tetap dapat berjalan, meski akan menghadapi kenaikan harga minyak dunia sampai 100 dolar AS per barel. Defisit dijaga, komposisi penerimaan dan pengeluaran dijaga sesetabil mungkin," imbuh Menkeu.

Menkeu menjelaskan, jika harga minyak dunia bertahan 100 dolar AS per barel sepanjang tahun, maka APBN diperkirakan berubah sangat besar baik di sisi penerimaan maupun pengeluaran, terutama yang terkait harga minyak, seperti subsidi BBM, listrik, dan sebagainya.

"Pendapatan negara juga naik Rp 124,7 triliun. Belanja membengkak menjadi Rp 179,4 triliun kalau gak ada upaya penghematan," katanya.

Tapi beberapa langkah antisipasi yang disiapkan bisa menghemat Rp 54,7 triliun, sehingga defisit 2008 bisa mencapai Rp 75,9 triliun dari anggaran semula Rp 73,3 triliun atau besarnya 1,8% di atas PDB.

"Penerimaan negara akan menjadi Rp 937 triliun. Belanja negara Rp 1.006 triliun dari semula Rp 804,7 triliun," tutur Menkeu.

Sebelumnya pemerintah menargetkan defisit APBN 2008 yang sudah disetujui DPR sebesar 1,7 persen dari PDB atau senilai Rp 73,1 triliun.

Sementara Ketua Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan skenario terburuk harga minyak 100 dolar AS per barel dan pemerintah tidak berbuat apa-apa maka defisit APBN 2008 bisa membengkak menjadi 2,9-3%.

"Itu kalau kita tidak melakukan apa-apa, tapi kan pemerintah punya sembilan langkah pengamanan untuk defisit dan menjaga pertumbuhan. Pengamanan itu bisa membuat defisit APBN 2008 menjadi 1,8%," kata Anggito. (dtc-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA