logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Mangkir, Orang Kepercayaan Hashim Akan Dipanggil Paksa

SOLO - Dua orang kepercayaan Hashim Djojohadikusumo yaitu Ny Hedi (49) dan Triman (65), pensiunan anggota TNI mangkir dalam pemeriksaan di Mapoltabes Surakarta. Ketidakhadiran kedua saksi tersebut dalam pemeriksaan yang sedianya dilakukan Selasa (27/11), setelah pihak kepolisian mendapat informasi dari pengacaranya, Hermawan Pamungkas SH.

Ny Hedy yang dipercaya sebagai asisten Hashim dikabarkan sakit. Namun polisi tidak serta merta percaya tanpa ada bukti dari dokter.

Untuk memastikan saksi itu menderita sakit, Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto meminta surat resmi dari dokter yang merawatnya, meski hanya dikirim melalui faksimili.

Namun, kata Kapoltabes, ada kesediaan dari pengacara untuk menghadirkan kedua saksi itu, Rabu (28/11), bersamaan jadwal pemeriksaan Hashim.

Meski demikian, apabila Ny Hedy tidak juga hadir, akan dijemput paksa. Sebab saksi itu telah dipanggil untuk kali kedua. Sesuai ketentuan hukum, apabila tidak memenuhi panggilan kedua, bisa dijemput paksa.

Soal pemeriksaan Hashim hari ini, kepolisian belum mendapat konfirmasi atas kesediaaan adik kandung mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo itu.

Bahkan rumor yang berkembang, pemeriksaan Hashim akan dilakukan belakangan setelah pihak kepolisian memeriksa Ny Hedy dan Triman. Alasannya, penjelasan dari kedua saksi itu, bisa dikembangkan lebih lanjut untuk memeriksa Hashim.

Seperti diberitakan Suara Merdeka, Ny Hedy adalah orang yang diberi kepercayaan oleh Hashim untuk membayar pembelian lima arca pada Heru Suryanto (55) atas rekomendasi Hugo Kreijger, warga Amsterdam, Belanda.

Adapun Triman, mantan anggota TNI, mengetahui dan menjaga lima arca di rumah Hashim di Kemang, Jakarta Selatan. Namun mantan anggota pasukan elite yang tinggal di Cijantung tersebut baru menerima panggilan dari Poltabes untuk kali pertama.

Sementara Hugo Kreijger yang bakal dijadikan saksi dalam kasus pencurian lima arca itu hingga sekarang belum diketahui keberadaannya. Bahkan polisi masih memburunya dengan meminta bantuan Interpol, meski diyakini mantan konsultan Balai Lelang Christy Belanda itu masih di Indonesia.

Untuk mengecah agar Hugo Kreijger yang disebut-sebut sebagai perantara pembelian lima arca dari Heru Suryanto hingga ke tangan Hashim itu tidak keluar dari Indonesia, Polri telah mengajukan surat pencekalan ke Dirjen Imigrasi melalui Depkum HAM.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap Heru Suryanto menunjukkan perkembangan baru. Selain memesan stempel dan surat berkop Keraton Surakarta, tersangka itu juga mengaku memalsukan tanda tangan SISKS Paku Buwono XIII Hangabehi. (G11-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA