| Rabu, 28 Nopember 2007 | MURIA |
Sejak Hutan Gundul, Angin Sering Landa KayenPAGI kemarin, suasana di sekitar Balai Desa Boloagung, Kecamatan Kayen Pati kedatangan puluhan anggota tentara dari Koramil-04 Kayen dan Kodim 0718. Bukan karena ada huru-hara, tapi aparat TNI itu justru berbaur dengan warga untuk membersihkan puing-puing rumah yang roboh maupun melakukan perbaikan rumah rusak. Ya, Senin (26/11) petang memang ratusan rumah di daerah tersebut disapu angin ribut. Tiga di antaranya roboh, tiga rusak berat, dan 126 rumah rusak ringan. Rasa empati dan simpati terhadap korban bencana alam itu cukup menghibur dan sedikit mengurangi rasa sedih warga. Kesedihan ataupun tangis penyesalan akibat harta bendanya rusak, tampaknya tak sempat muncul pada raut wajah korban karena kedatangan para tentara. Tanpa Komando Dengan semangat gotong-royong tinggi, beban yang ditanggung para korban seakan hilang. Sebagian besar kaum laki-laki desa tersebut terpaksa meninggalkan aktivitasnya untuk sementara waktu hanya untuk membenahi rumah atau membantu tetangganya. Begitu pula dengan ibu-ibu, secara sukarela menyuguhkan makanan kecil, buah-buahan, dan minuman. Supandi, warga RT 1 RW 1 yang rumahnya roboh mengaku, terbantu dengan kondisi itu. Ayah empat orang anak yang mengalami cacat pada bagian kaki akibat kecelakaan selalu mengumbar senyum meski rumahnya rata dengan tanah. Menurut dia, rumahnya telah dua kali tersapu angin ribut dalam setahun ini. "Tembok samping baru akan saya bangun, tapi sudah kena lagi." Camat Kayen Drs Tedjo Purnomo MM menyinyalir munculnya angin ribut tersebut berhubungan dengan gundulnya hutan di kawasan pegunungan Pati Selatan. "Sejak hutan di Kayen dan Sukolilo gundul, beberapa desa kerap terjadi angin ribut, " jelasnya.(M Noor Efendi-19) |