| Rabu, 28 Nopember 2007 | SEMARANG |
HUT Ke-56 RS Telogorejo (2-Habis)Layanan Jantung Masih Jadi UnggulanDALAM usianya Ke-56, Rumah Sakit (RS) Telogorejo Semarang kini masih menempatkan pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai layanan unggulan dari rumah sakit yang berdiri pada 25 November 1951 itu. Pelayanan unggulan tersebut telah didukung dengan tersedianya para dokter ahli bedah jantung berpengalaman. Manager Humas RS Telogorejo, Nana Noviada SE MM mengatakan, peralatan jantung yang dimiliki Telogorejo Heart Centre, tak kalah canggih dibanding peralatan luar negeri. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya peralatan angiogram. Angiogram adalah peralatan canggih yang digunakan untuk operasi jantung. "Baik itu pemasangan cincin pada pembuluh darah jantung yang tersumbat, maupun kateterisasi atau proses melihat kondisi jantung yang terkena serangan," jelasnya. Bahkan, lanjut dia, sudah ada dua pasien dari Amerika yang pernah melakukan operasi pemasangan cincin di Telogorejo Heart Centre yang berdiri sejak 2005 ini. "Hal tersebut sebagai bukti bahwa orang asing saja bisa percaya dengan kecanggihan peralatan rumah sakit dan kualitas dokter Indonesia," katanya. Dua warga Amerika yang dimaksud adalah Ronald Secore (57) yang menjalani operasi pada November 2006, serta Dan Sackspeader (61) pada 23 Oktober 2007. Peningkatan Pelayanan Hal senada dikatakan Djoko Rahardjo (60), salah satu pasien yang telah berhasil melaksanakan operasi pemasangan cincin pada September 2007. Menurutnya, operasi berjalan tidak sampai satu jam. "Pelayanan di sana (Telogorejo-Red) sangat bagus. Di Jawa Tengah saya belum pernah menemukan yang seperti itu," kata warga Jl Ace Semarang ini. Kini, rumah sakit yang terletak di Jl KH Ahmad Dahlan Semarang ini, sedang mempersiapkan diri menjadi rumah sakit swasta pilihan utama di Jateng dan sekitarnya. Untuk mencapai visi tersebut, Direktur Utama RS Telogorejo dr Imelda Tandiyo RDCS FASE berusaha memperbaiki kinerja dengan meningkatkan mutu pelayanan berstandar Internasional. "Kedepannya, kami akan menuju ke arah wellness centre," ujarnya. Peningkatan mutu tersebut tidak hanya dilakukan pada segi medis, tapi juga nonmedis. Dari segi nonmedis, unsur hospitallity seperti kenyamanan dan kemudahan pasien akan selalu ditingkatkan. Untuk meningkatkan mutu pelayanan medis, banyak hal harus dilakukan. ''Di antaranya, meningkatkan kompetensi staf medis dan paramedis. Selain itu, melalui penyediaan sarana medis yang mutakhir,'' tuturnya. Menurutnya, sarana medis mutakhir yang dimiliki antara lain, alat untuk memeriksa jantung yang invasif. Dengan sarana ini, pelayanan penyakit jantung di Telogorejo Heart Centre (THC) telah mampu melayani kateterisasi jantung untuk diagnostik. Di samping itu, dapat dilakukan tindakan terapi intervensi seperti PCI atau balonisasi. (Fani Ayudea-56) |