| Rabu, 28 Nopember 2007 | SEMARANG |
Bantuan Rp 3 Juta untuk Korban LisusSEMARANG- Korban angin puting beliung yang melanda Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Senin (26/11) sore lalu, akhirnya memperoleh bantuan dari Pemkot. Setidaknya tiga dari 12 rumah di wilayah RT 8 RW 3 rusak parah akibat diterjang lisus itu, yakni rumah Kardi (41), Tamim dan Juminem. Dari ketiga rumah itu, kediaman Kardi yang paling parah. Seluruh asbes hilang terbawa angin. Tak hanya itu, kayu usuk sebagai penyangga atap pun ikut terbawa angin. Kayu dan asbes yang terbang itu kemudian menimpa atap rumah Tetyo (45) yang letaknya bersebelahan. Penyerahan santunan itu dilakukan Kesbanglinmas dan Bagian Sosial Kota Semarang yang diwakili Gusnadi, didampingi Camat Drs Endro P Martantyo serta Lurah Sendangguwo, Purnomo BSc pada Selasa (27/11) pagi. Total santunan uang senilai Rp 3 juta ditambah bahan logistik seperti sembako. Endro P Martantyo mengimbau warga yang terkena musibah melapor secepatnya ke posko Penanggulangan Bencana Alam (PBA). ''Tempatnya bisa di kecamatan atau kota, sehingga penanganan bisa cepat.'' Badai Melemah Sementara itu Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, M Chaeran menjelaskan, hujan yang terjadi Senin (26/11) sore lalu hanya bersifat lokal dan tidak merata. Seperti diberitakan, ketiadaan hujan selama lebih dari sepekan di Semarang dan wilayah pantura disebabkan munculnya tropical cyclone atau badai siklon tropikal Hughes di laut China Selatan dan Mithag di Filipina. Akibatnya awan yang berpotensi hujan di Indonesia beralih ke daerah yang dilanda badai tropis tersebut. Namun keberadaan badai ini, menurut Chaeran, semakin melemah, sehingga dalam satu atau dua hari penyimpangan akan terhenti dan cuaca kembali normal. (J14-18) |