| Rabu, 28 Nopember 2007 | SEMARANG |
Penderita Diare Naik 100 PersenSEMARANG - Penyakit diare masih jadi ancaman masyarakat. Warga harus berhati-hati dengan penyakit yang kerap muncul pada musim pancaroba ini. Jumlah penderita diare dalam tiga pekan terakhir meningkat seratus persen. Menurut Humas RS Telogorejo, Nana Noviada, untuk bulan ini terhitung sampai 26 November, sudah ada 113 orang pasien yang harus dirawat. Sejak bulan lalu, kenaikan penderita di rumah sakit ini sangat terlihat. Pada Oktober ada 48 orang pasien. "Kenaikannya mencapai 135 persen. Hari ini (Selasa-red) saja sudah ada 16 orang yang dirawat karena diare," katanya. Dikatakan, umumya pasien dari kalangan anak-anak. Hal tersebut disebabkan kondisi tubuh anak jauh lebih rentan daripada orang dewasa yang sudah bisa menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh. Hal serupa juga terjadi di RS Roemani Semarang. Pada Oktober tercatat 62 pasien diare. Sedang bulan ini, hingga 26 November tercatat 115 orang dirawat. Menurut Humas RS Roemani, Yuni Lestari, kebanyakan penderita diare adalah anak-anak yang berasal dari Semarang dan daerah sekitarnya, seperti Demak dan Kendal. Sedang pasien diare di RS Elizabeth justru menurun. Pada Oktober tercatat 53 orang. Sedang untuk bulan ini, hingga 21 November menurun jadi 26 orang. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, dokter Tatik Suyarti MKes mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi penyakit pancaroba, yang salah satunya adalah diare. Dia mengatakan, DKK mempunyai persediaan obat-obatan yang cukup, baik di DKK maupun di puskesmas. "Persediaan obat yang seharusnya untuk 12 bulan, kami tambah jadi untuk 18 bulan," katanya. Selain obat-obatan, kegiatan sosialisasi juga telah dilakukan hingga tingkat PKK. Dia mengimbau agar masyarakat selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta segera melapor ke puskesmas terdekat jika mengalami gejala diare. "Penyakit ini kemungkinan akan berjangkit, terutama pada kondisi kesehatan tubuh dan lingkungan yang tidak terjaga dengan baik," ujarnya.(J8-18) |