logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 SEMARANG
Line

SUDUT PANDANG

Pengalaman YMT

HAMPIR 20 tahun, Nugroho Joko Purwanto berkiprah di Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Proses panjang pada dinas yang bertanggung jawab atas persoalan infrastruktur di Kota Semarang itu, jelas telah memberinya pengalaman yang cukup.

Maka, tak terlalu mengejutkan, ketika mantan Kasubdin Prasarana Jalan DPU itu memperoleh tugas untuk memimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu. Nugroho resmi dilantik menjadi kepala DPU, di Aula Lokakrida Gedung Moch Ichsan lantai 8 Balai Kota, Jumat (23/11) lalu. Dia menggantikan Achmad Kadarisman, yang memperoleh tempat baru sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan.

Sebagai kepala DPU, tugas berat langsung mengadangnya. Salah satunya, banjir yang begitu cepat terjadi ketika hujan turun, tapi tak segera surut. Persoalan lainnya, banyaknya infrastruktur berupa jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan.

Kepada Suara Merdeka, Nugroho memaparkan, dirinya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menangani persoalan-persoalan ke-DPU-an, dengan mengedepankan skala prioritas.

Persoalan banjir dan rob diatasi dengan pendekatan kewilayahan, dengan pelibatan masyarakat lewat subsistem drainase yang telah dibentuk sebelumnya.

''Daerah rawan banjir dan rob, seperti Semarang Utara dan Semarang Timur merupakan wilayah yang menjadi prioritas perhatian. Selain itu, Semarang Tengah juga sudah sering banjir,'' katanya.

Asli Semarang

Tak perlu heran, kalau pria asli Semarang itu fasih bicara soal banjir atau rob. Terang saja, dia lahir di Kampung Boomlama, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, yang dikenal rawan banjir dan rob.

Selain banjir dan rob, Alumnus S1 Teknik Sipil UNS dan S2 Teknik Sipil Undip itu menambahkan, persoalan infrastruktur dan air bersih juga jadi perhatiannya.

''Jalan rusak dipelihara dengan dana operational maintenance (OM), sedangkan yang memerlukan penanganan khusus dialokasikan lewat proyek-proyek.''

Nugroho, yang mengabdi di DPU sejak 1989 sudah terbilang kenyang pengalaman menangani infrastruktur.

Sebelum menjadi Kasubdin Prasarana Jalan, dia pernah menjadi Kepala TU DPU, memimpin Subdin Bina Program, dan juga Subdin Teknik Penyehatan.

Ayah dua anak, Tiara Kurnia Candra dan Kevin Candra Milenianda, buah perkawinannya dengan Dra Hartati itu, juga berpengalaman sebagai ''Kepala DPU''.

Ya, dia beberapa kali menjabat YMT Kepala DPU, ketika pimpinannya mengikuti diklat di Jakarta.

''Pada masa kepemimpinan Pak Kadar (Achmad Kadarisman-Red) pernah, waktu Pak Joko (Joko Marsudi-Red) juga pernah,'' katanya. (Achiar M Permana-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA