| Rabu, 28 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
6.800 Keluarga Mulai Dapat Jatah Gas ElpijiYOGYAKARTA - Distribusi paket gas elpiji terkait program konversi minyak tanah di Yogyakarta mulai dilakukan tim konsultan independen, kemarin (27/11). Setidaknya 6.800 keluarga di tiga kelurahan di Kecamatan Mantrijeron mendapat jatah paket gas elpiji. Tiga kelurahan tersebut adalah Suryodiningratan, Mantrijeron, dan Gedongkiwo. Ketiganya menjadi target sasaran yang pertama karena jumlah penerima paket itu paling banyak. Menurut ketua tim konsultan independen Sugiyono, distribusi paket gas elpiji di Kota Pelajar dijadwalkan selesai pada 5 Desember mendatang. Berdasarkan catatan yang telah masuk, jumlah penerima bisa mencapai 90.000 keluarga. Untuk mengantisipasi adanya aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku dari dinas pemerintahan kota seperti yang terjadi dalam pembagian paket gas elpiji di Kalasan, Sleman, sejumlah warga penerima diharapkan berhati-hati. Pada bulan ini sudah terjadi tujuh kasus penipuan yang menimpa warga Kalasan dengan memanfaatkan situasi pembagian paket gas elpiji secara gratis. Oknum tersebut mengaku petugas dari PT Pertamina dan pemkot. Mereka mengaku bertugas untuk mengecek kondisi paket gas elpiji. Setelah diberikan izin dari pemilik rumah ternyata oknum tersebut bermaksud merusak regulator kompor gas dan meminta pemiliknya membeli alat yang dia jual tersebut dengan harga sekitar Rp 190.000. Warga yang menerima paket tersebut diimbau agar tidak percaya dengan aksi para oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Dan jika paket gas elpiji yang dibagikan rusak diharapkan langsung melaporkannya ke konsultan independen untuk diganti yang baru dan baik sebab semua kerusakan barang adalah tanggung jawab PT Pertamina. (H42-70) |