| Rabu, 28 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Demo Anti-Kekerasan terhadap Perempuan di MalioboroYOGYAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia yang digelar setiap tanggal 25 November, massa yang tergabung dalam kelompok HAKTP (Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan) melakukan aksi long march dari Jl Malioboro hingga perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (27/11). Mereka berorasi di sepanjang Jl Malioboro dengan membawa poster yang berisi pernyataan tokoh-tokoh orang terkenal beserta foto-fotonya seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X, Mbah Maridjan, A Noorhartanto, dan Kiai Abdul Muhaimin. Menurut koordinator aksi Neneng Anggriany, kaum laki-laki harus perlu menghargai dan menjunjung tinggi martabat kaum wanita. Aksi yang menuntut pentingnya keterlibatan laki-laki dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan ini perlu karena kaum wanita dinilai juga mempunyai hak yang patut dihargai. "Keterlibatan laki-laki dalam penghentian kekerasan terhadap perempuan merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebab berdasarkan penelitian dari WHO menyatakan bahwa 13%-51% perempuan di dunia, khususnya Asia, telah mengalami kekerasan dari pasangannya," katanya. Demo yang diikuti puluhan orang tersebut berlangsung selama satu jam di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta dan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (H42-70) |