logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 KEDU & DIY
Line

Perajin Batik Tulis Mengeluh Kesulitan Modal

BANTUL - Anggota DPD RI terkesan dan kagum atas kegigihan para perajin batik tulis yang ada di Dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, kemarin. Meski setahun lalu rumah mereka hancur diterjang gempa, namun mereka tetap bersemangat untuk kembali bangkit menghidupkan kembali batik tulis yang ada di desanya.

Kegigihan dan keuletan perajin batik tulis inilah yang membuat anggota DPD RI dan Sekretariat Jenderal DPD RI kagum. ''Kami salut dengan usaha mereka,'' kata Drs Hafidh Asrom MM selaku ketua rombongan.

Menurut Hafidh, anggota DPD RI yang jumlahnya 16 orang ini selain mendatangi sentral batik tulis di Imogiri, juga mengunjungi perajin perak di Kotagede dan perajin gerabah di Kasongan, Bantul.

Dia menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat khususnya perajin yang mempunyai usaha kecil, untuk diadakan evaluasi dan disinkronkan dengan program pemerintah agar dapat berjalan sinergis.

Selama ini, tambah dia, industri kecil kurang mendapat akses dalam perolehan modal dari bank pemerintah disebabkan kendala dengan jaminan yang tidak ada.

Untuk itu tahun depan pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan sebesar Rp 1,6 triliun untuk UKM se-Indonesia yang nantinya akan dikucurkan lewat bank pemerintah Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Dialog

Dalam kesempatan itu juga diadakan dialog dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan perajin batik yang ada di dusun tersebut. Mereka di antaranya Agus, Abdulrahman, dan Yamari pada intinya mengeluhkan soal kesulitan modal, pemasaran, pelatihan, sehingga kesulitan bersaing dengan batik dari luar daerah dan juga memohon bantuan pembinaan berupa kursus menjahit khusus pakaian batik dan sejenisnya.

Hafidz dalam tanggapannya mempersilakan masyarakat untuk menghubungi kantor yang menangani baik lewat Diperindagkop, koperasi, kecamatan atau lainnya yang berkompeten dan nantinya dari DPD DPR RI yang akan mengawal aspirasi masyarakat.

Di Desa Wukirsari Imogiri ada tiga dusun yang mengelola batik tulis, yakni Cengkehan, Giriloyo, dan Karangkulon yang terhimpun dalam 16 kelompok dengan mempekerjakan sekitar 500 orang. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA