| Rabu, 28 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Penambang Pasir Tewas Tertimpa TebingSLEMAN - Seorang penambang pasir asal Butuh, Bawukan, Kemalangsari, Klaten, Saidi (45) tewas setelah tertimpa tebing batu longsor di lokasi penambangan Cangkringan, Sleman, Selasa (27/11). Dia tak dapat menghindar ketika batu berdiameter satu meter jatuh menindihnya. Korban mengalami luka parah. Warga dan teman-teman penambang berusaha membawa ke rumah sakit namun dia tewas dalam perjalanan. Saksi mata, Sugiman yang tak lain adik korban mengungkapkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 06.00. Saat itu korban dan penambang lain baru saja memulai aktivitas mencari batu. Tiba-tiba batu besar longsor dan langsung menimpa korban. Kepalanya terluka parah dan tubuhnya tertimbun batu. Kontan warga dan penambang lain berusaha menyelamatkan yang bersangkutan. ''Kami menerima kabar sudah sekitar pukul 10.00 jadi beberapa jam setelah kejadian. Untuk mengambil korban tak begitu sulit hanya karena terlalu banyak orang sehingga malah merepotkan,'' ujar salah seorang anggota tim SAR setempat, Sutardi. Korban masih bernapas ketika batu diangkat. Dia kemudian dibawa ke RS Panti Nugroho, Pakem. Namun dalam perjalanan Saidi tewas karena luka-lukanya parah. Korban terlalu banyak mengeluarkan darah dari luka di kepala. Teman-teman dan kerabatnya lantas membawa pulang ke kampung asalnya. Saidi menurut Sugiman semula adalah petani. Dia beralih profesi menjadi penambang usai Merapi aktif beberapa waktu lalu. Maklumlah, penghasilan menjadi penambang lebih besar dibandingkan buruh tani. Banyak penambang dari luar daerah berada di sana karena material dari erupsi Merapi cukup berlimpah. (D19-70) |