| Rabu, 28 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Tinggi, Angka Kecelakaan Penderes di KulonprogoKULONPROGO - Angka kecelakaan penderes atau penyadap sari kelapa di Kulonprogo sangat tinggi. Selama tahun ini sudah 27 orang mengalami kecelakaan kerja yakni jatuh dari pohon, enam di antaranya meninggal. Sebagian besar penderes berasal dari Kecamatan Kokap. ''Penduduk di wilayah Kokap memang sebagian ada yang menggantungkan hidupnya dari menyadap kelapa. Lebih dari 3.000 orang bekerja di sektor ini dan angka kecelakaan kerja cukup tinggi karena mereka enggan menggunakan sabuk pengaman,'' ungkap Camat Kokap Dra Sri Utami. Para penderes tersebut bekerja pagi dan sore. Masing-masing menyadap 5-20 batang pohon setiap hari. Memanjat pohon kelapa tidaklah mudah dan memerlukan tenaga ekstra. Karena itu, aparat kepolisian dan kecamatan serta kelurahan sudah menyarankan pemakaian sabuk pengaman. Bahan sabuk sederhana saja yakni dari sabuk biasa yang sering dipakai sehari-hari, diikatkan pada batang pohon ketika bekerja. Proses Rumit Ada kabar penderes yang mengalami kecelakaan kerja bisa memperoleh santunan namun sampai sekarang prosesnya rumit. Sri Utami mengatakan, pengajuan usulan bantuan pernah disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tapi hingga kini belum ada jawaban pasti. ''Berdasarkan surat dari Disnakertrans, bantuan yang sifatnya langsung kepada seseorang diberikan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah, tidak melalui dinas. Ini yang membuat kami kebingungan karena sering warga menanyakan hal itu,'' ujar dia. Karena kemungkinan proses bantuan lama, dia minta para penderes berhati-hati selama bekerja. Dia juga meminta setiap memanjat pohon kelapa selalu menggunakan sabuk pengaman. Penggunaan sabuk pengaman meski kadang dianggap menyusahkan tapi sangat membantu keamanan dan kenyamanan kerja. (D19-70) |