| Rabu, 28 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATBush dan Gore BersuaWASHINGTON - Al Gore dan Presiden George W Bush selalu dikaitkan dengan perebutan kursi presiden paling ketat dan sengit dalam sejarah Amerika. Namun, kedua tokoh itu akhirnya bisa bersatu juga, kemarin. Mereka bisa bersanding tak lain berkat tradisi Gedung Putih. Gore bersama para pemenang Nobel tahun ini diundang untuk foto dan berbincang dengan presiden. Gore meraih Nobel Perdamaian atas upayanya mengkampanyekan kesadaran akan dampak pemanasan global. Gore dan Bush berdiri berdampingan. Mereka saling tersenyum untuk kamerawan dan wartawan. ''Wajah-wajah lama,'' kata mantan wakil presiden itu kepada wartawan. Bush, yang tetap tersenyum, tidak berkomentar. Kedua tokoh yang pernah bersaing itu bertemu 40 menit di Ruang Oval. Para pembantu Bush menyatakan pertemuan itu bersifat pribadi dan tidak bisa berkomentar. Gore, yang dibuntuti pers saat meninggalkan Gedung Putih dengan tergesa-gesa, mengatakan dia dan Bush membahas pemanasan global selama pertemuan itu. ''Dia sangat ramah dalam pertemuan itu dan pembicaraan kami bagus dan substantif,'' jelas Gore. Kedua orang itu belum pernah bertemu langsung sejak Bush berkunjung sebentar ke kediaman Gore pada Desember 2000. Mahkamah Agung AS akhirnya mengesahkan kemenangan tipis Bush dengan 537 suara atas Gore di Florida. Sejak itu, Gore tidak pernah berhenti mengecam Bush. Buku terbarunya The Assault on Reason menyerang bertubi-tubi pemerintahan Bush. Respons Gedung Putih ketika Gore meraih Nobel pun biasa saja.(ap-niek-26) Proyek Desalinasi Dihentikan CANBERRA - Gara-gara fosil dinosaurus, proyek pengolahan air minum dari sumber air laut di Australia terpaksa dihentikan sementara waktu. Hal itu dikarenakan para pekerja menemukan tulang belulang dinosaurus di bakal lokasi instalasi itu di wilayah pantai di dekat proyek pusat sumber air di Sungai Powlett, sebelah tenggara Melbourne. Fosil itu diperkirakan berusia lebih dari 115 juta tahun. Fosil itu diyakini sebagai tulang belulang reptil laut purba. ''Bila kami tetap melanjutkan proyek ini, hal itu ibarat membongkar makam kuno Mesir,'' kata anggota parlemen daerah dari kelompok oposisi, Ken Smith. Dia menuntut penelitian terlebih dahulu sebelum melanjutkan proyek air minum tersebut. ''Situs-situs kuno tersebut sangat penting bagi dunia dan kebetulan ada di situ," kata dia. Kota Melbourne berkeinginan untuk membangun pusat desalinasi air terbesar di dunia yang akan menjadi sumber air minum bagi penduduk Melbourne dan sekitarnya. Pembangunannya akan dimulai tahun depan dan direncanakan akan dapat memasok 150 miliar liter air minum untuk setahun pada tahun 2011. Instalasi itu ingin menyaingi instalasi serupa di Israel.(ant-25) |