logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 INTERNASIONAL
Line

Iran Tambah Stok Rudal Jarak Jauh

TEHERAN - Iran menambah jenis rudal jarak jauhnya. Pejabat seniornya kemarin mengumumkan telah membuat rudal baru yang daya jelajahnya mencapai 2.000 kilometer. Jangkauan rudal Ashoura itu setara dengan Shabab-3 yang telah diuji coba Teheran beberapa waktu lalu.

''Pembuatan rudal Ashoura yang berdaya jelajah 2.000 kilometer itu merupakan salah satu prestasi Kementerian Pertahanan,'' kata Menteri Pertahanan Iran Mostafa Mohammad Najjar dalam forum yang dihadiri milisi Basij.

Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut keistimewaan rudal Ashoura. Sebelumnya, Iran telah menyebutkan bahwa Shabab-3 dapat menjangkau wilayah Israel. Banyak pengamat pertahanan mengatakan, Shabab-3 merupakan rudal berdaya jelajah terjauh yang dimiliki Teheran.

Najjar juga menyatakan, kementeriannya telah menyelesaikan program memproduksi kapal selam baru untuk menambah perlengkapan perang Angkatan Laut Iran.

Sebagian persenjataan Iran dibuat dari bahan-bahan dasar yang dipasok oleh China dan Korea Utara. Sebagian lainnya merupakan hasil modifikasi dari senjata buatan Amerika Serikat yang dibeli Teheran sebelum Revolusi Islam 1979.

Pantau Musuh

Komandan Angkatan Laut Laksamana Habibullah Sayyari mengatakan, kapal selam baru itu akan tiba di pangkalan AL pekan ini. Menurut rencana, kapal selam tersebut akan ambil bagian dalam latihan perang di Selat Hormuz pada Februari 2008.

''Kami tidak ingin menguasai Selat Hormuz. Namun kami siap melakukan operasi apa saja untuk mengamankan kepentingan nasional kami,'' kata Sayyari. ''Angkatan Laut kami memantau semua gerakan musuh di kawasan ini.''

Teheran makin intensif memproduksi peralatan-peralatan militer baru saat sengketa nuklir Iran kian memanas. Washington tidak mengesampingkan opsi agresi militer apabila jalur diplomasi gagal menyelesaikan masalah nuklir Iran.

Negara-negara Barat mencurigai Teheran berusaha membuat bom atom, dengan samaran program nuklir sipil. Iran berkali-kali membantah tuduhah itu, dengan menyatakan program nuklirnya hanya untuk membangkitkan listrik.

Namun Republik Islam tersebut gagal meyakinkan komunitas internasional bahwa nuklirnya hanya untuk kepentingan damai. Dampaknya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan dua resolusi sanksi terhadap Teheran.

Amerika Serikat saat ini mengupayakan sanksi baru yang lebih berat untuk memaksa Iran mengakhiri program nuklirnya.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA