| Rabu, 28 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Abbas Dicap Pengkhianat, Olmert DidemoGAZA - Puluhan ribu orang Palestina kemarin berunjuk rasa di Jalur Gaza dan Tepi Barat untuk menentang konferensi Annapolis. Mereka menyebut Presiden Palestina Mahmud Abbas pengkhianat karena menghadiri konferensi tersebut. Para pemimpin Hamas mengatakan, Abbas tidak memiliki hak untuk membuat konsesi dengan Israel dalam pertemuan di pangkalan Angkatan Laut AS di Annapolis, Maryland, tersebut. ''Siapa pun yang meneken kesepakatan seperti itu akan dinilai oleh sejarah sebagai pengkhianat,'' kata Mahmoud Zahar, tokoh Hamas di Gaza. Di Israel, ribuan orang Yahudi berkumpul di Tembok Ratapan, Jerusalem. Mereka mendoakan konferensi Annapolis tidak mencapai tujuannya. Radio Israel melaporkan, para peserta pawai di Jerusalem mempersoalkan keabsahan delegasi Israel dalam pertemuan itu. Mereka beranggapan, delegasi yang dipimpin Perdana Menteri Israel Ehud Olmert itu tidak mewakili bangsa Yahudi. Mereka bahkan menjuluki Olmert telah menjalankan kediktatoran konstitusional. Tanpa Kesepakatan Sementara itu, Presiden Amerika Serikat George W Bush menyatakan tidak akan ada kesepakatan apa pun dalam konferensi Annapolis. Bush beralasan, tujuan konferensi perdamaian Timur Tengah itu adalah untuk berunding, bukan untuk membuat kesepakatan. Forum yang mempertemukan Abbas dan Olmert itu awalnya dirancang untuk merundingkan pembentukan negara Palestina. Lebih dari 50 utusan dari berbagai negara dan lembaga internasional diundang ke konferensi itu. Sebelumnya, juru runding Palestina Ahmed Korei menyatakan bahwa Israel dan Palestina gagal menyepakati dokumen bersama tentang hal-hal prinsip untuk perundingan-perundingan perdamaian selanjutnya. ''Masih ada tugas yang belum selesai. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi sejauh ini kami belum mencapai kesepakatan,'' kata Korei setelah berunding dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni dan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di Washington. Ketua tim negosiator Palestina itu menjelaskan bahwa perundingan bakal dilanjutkan. Namun dia tidak menyebutkan waktu dan tempat pelaksanaan perundingan lanjutan tersebut. Menurutnya, ada sejumlah hal yang belum disepakati. Misalnya, sebutan resmi untuk dokumen itu. Dokumen itu dirancang sebagai landasan bagi perundingan-perundingan perdamaian selanjutnya antara Israel dan Palestina. Semula, dokumen itu hendak dibacakan dalam konferensi Annapolis.(rtr-ben-25) |