logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 EKONOMI
Line

Sekilas Ekonomi

Enam Leasing Dibekukan

JAKARTA-Menteri Keuangan membekukan kegiatan enam perusahaan pembiayaan, karena tidak memenuhi ketentuan penyampaian laporan keuangan tahunan. Ke enam perusahaan itu gagal memenuhi persyaratan laporan keuangan yang telah diaudit akuntan publik berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 84/PMK.012/ 2006 tentang perusahaan pembiayaan. Demikian penjelasan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany Selasa (27/11).

Enam perusahaan pembiayaan itu, PT Artamas Multi Finance, PT Air Multi Finance Corporation, PT Infiniti Finance, JRD Finance Utama, Primarindo Finance Corporation dan PT Primadana Putra Finance. Semua perusahaan itu berkedudukan di Jakarta. Pembekuan kegiatan usaha itu, terhitung sejak 15 November 2007. Masing-masing perusahaan pembiayaan itu dilarang melakukan kontrak pembiayaan baru.(dtc-33)

Jiwasraya Direstrukturisasi

JAKARTA-Pemerintah mempersilakan investor mengakuisisi perusahaan asuransi PT Jiwasraya. Namun sebelum dilego, PT Jiwasraya akan direstrukturisasi terlebih dahulu. Demikian diungkapkan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Jakarta, kemarin. Saat ini sudah ada calon investor yang mengajukan surat minat mengambilalih saham perusahaan asuransi pelat merah itu, antara lain Recapital Investment Bank.

Namun kendati sudah ada surat penawaran dari investor, pemerintah belum meresponnya. Pasalnya, kinerja Jiwasraya akan dibenahi terlebih dahulu sebelum dilepas. "Boleh saja diminati, tapi Jiwasraya tetap perlu program restrukturisasi," tuturnya.

Dijelaskan, restrukturisasi merupakan cara untuk membenahi BUMN asuransi tersebut agar memiliki performa lebih baik. Jadi Jiwasraya memiliki nilai jual yang baik, dan pemerintah bisa memperoleh pemasukan maksimal dari divestasi Jiwasraya.(bn-33)

DPK KSP Nasari Rp 72,046 Milliar

SEMARANG-Simpanan dana pihak ketiga (DPK) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari Semarang pada Agustus-September meningkat 5,9% dari Rp 68,034 miliar menjadi Rp 72,046 miliar. (Bukan Rp 72,046 triliun seperti diberitakan sebelumnya, Suara Merdeka, 26/11).

"Ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi masih tinggi," kata Onny B Choiron Pemimpin Cabang Utama (KCU) Koperasi Nasari Semarang di kantornya, kemarin.

KSP Nasari, lanjut dia, juga mendapat kepercayaan dari lembaga keuangan nasional yang sangat concern terhadap perkembangan koperasi dan UMKM antara lain Bank Bukopin dan Bank BNI.(G2-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA