logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Nopember 2007 EKONOMI
Line

Saratoga Garap Air Minum di 4 Kota

  • Disiapkan Investasi Rp 500 Miliar

SOLO-Gelaran Central Java Infrastructure Business Forum di Solo yang resmi berakhir kemarin, ternyata membuahkan sejumlah letter of intent megaproyek yang cukup prestisius. Di antaranya disepakatinya pembangunan proyek air minum di empat kota di Jateng dengan nilai investasi sampai Rp 500 miliar.

Pengusaha muda yang juga pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Sandiaga S Uno mengakui, untuk proyek ini pihaknya tidak sekadar berminat, tetapi sudah masuk tahap implementasi rencana pembangunan proyek.

"Dalam dua sampai tiga minggu ke depan, tim kami segera melakukan langkah konkret di lapangan. Hasilnya nanti akan langsung dilanjutkan dengan realisasi pembangunan," katanya kepada Suara Merdeka di sela-sela pertemuan khusus investor potensial dengan Gubernur Jateng di arena CJIBF 2007 Senin lalu.

Dari empat daerah yang akan menjadi sasaran investasi, Ketua DPP Hipmi itu menyebutkan, Solo merupakan daerah yang paling siap untuk segera dilakukan pembangunan. Tiga daerah lain, yakni Blora, Pemalang dan Kebumen juga akan ditindaklanjuti.

Dia mengakui, dari sisi funding tidak ada masalah, karena tahun ini PT Saratoga Investama Sedaya telah menyiapkan dana sekitar Rp 2,5 triliun untuk proyek pengembangan infrastruktur, termasuk di dalamnya proyek pembangunan air bersih. Apalagi khusus proyek pembangunan air bersih ini, pihaknya telah memiliki sejumlah pengalaman.

"Saat ini kami sudah menangani proyek air bersih di wilayah Jakarta bagian barat yang mampu mengairi lebih dari 3 juta rumah," katanya.

Pengalaman ini, lanjutnya yang akan diimplementasi dalam pembangunan proyek air bersih di Jateng. "Kami yakin proyek ini akan segera terealisir. Apalagi kebutuhan ada, dana dan proyek siap, termasuk infrastrukturnya," katanya.

Saham Temasek

Kalau proyek ini terealisasi, dia menyebutkan nantinya kualitas air yang bisa dinikmati warga di empat kota itu akan sangat bagus. "Bahkan nantinya pelanggannya bisa minum air langsung dari keran," katanya.

Pada bagian lain, Sandiaga menyatakan telah menyiapkan dana senilai Rp 20 triliun untuk mengambil alih saham Temasek di PT Indosat Tbk dan PT Telkomsel. Setelah sebelumnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan Temasek terbukti telah melakukan praktik monopoli, sehingga harus melepas sahamnya di dua perseroan tersebut.

"Penyiapan dana sebesar itu merupakan wujud letupan antusiasme pengusaha lokal dalam semangat nasionalisme," katanya.

Untuk itu, Ketua DPP Hipmi itu menyatakan akan bersinergi dengan sejumlah elemen lain di daerah untuk pembelian saham Temasek. Untuk itu, dia mengajak pengusaha daerah yang berminat berperan dalam rencana tersebut.

"Kami siap memfasilitasi kepentingan pengusaha daerah yang tergabung dalam Hipmi untuk ikut berpartisipasi dalam proses pengambilalihan tersebut," katanya.

Menanggapi rencana itu, Ketua DPD Hipmi Jateng Kukrit Suryo Wicaksono menyatakan siap berpartisipasi. Namun hingga sejauh ini belum ada petunjuk jelas atas rencana itu. "Yang jelas perlu sinergi antara Hipmi pusat dan daerah, terkait rencana ini," katanya. (B19-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA