| Rabu, 28 Nopember 2007 | BUDAYA |
Blank on Band, Enak DitontonBLANK on Band membawakan tembang "Kehidupan" dari album God Bless dalam irama rock secara apik. Band beranggota seusia pelajar SMA itu mengaransemen interlud tembang tersebut sedemikian harmonis sehingga terasa begitu hidup. Ya, unjuk kebolehan itu mereka pertontonkan saat jadi pengisi acara pada bakti sosial Fakultas Peternakan Undip, beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka juga menggeber "Love of My Life" (Queen) serta "Stockholm Syndrome" dan "Time is Running Out" (Muse) secara memikat. Entakan musik mereka menggairahkan penonton yang berjejalan di lapangan Mangunsari, Gunungpati, Semarang, pagi itu. Itulah satu dari sekian banyak aksi band yang diawaki Dwiki Novendrianto (kibor), Rodliyya Yudha Murti (bas), Eriel Prifian Nugroho (gitar), Akbar Makarim (gitar), Seta Wibhi Pratama (drum), dan Farah Nabila N(vokal) tersebut. Dwiki, pentolan kelompok musik itu, menuturkan mereka berupaya selalu cermat memilih dan mengaransemen lagu secara optimal. "Sebab, kami harus dapat menjadikan musik sebagai media komunikasi dengan penonton," ujar dia. Dalam setiap penampilan, mereka selalu membawakan tembang yang telah teraransemen dengan cantik. Mereka pun mampu bermain secara padu dalam setiap komposisi. Semua instrumen saling mengisi. Harmonis. Blank on Band berupaya tampil ringan, tanpa beban. Berbekal pemahaman betapa penting membangun komunikasi dengan penonton, mereka pun tak kesulitan menguasai panggung pertunjukan. Ya, ya, mereka santai dan enak ditonton. Itulah mereka, Blank on Band. (Priyonggo-53) |