| Rabu, 28 Nopember 2007 | BUDAYA |
Dangdut Mania, Popularitas, dan BerkahMENYAKSIKAN kiprah peserta Dangdut Mania 2 di TPI sejak dua pekan lalu, ingatan kita tiba-tiba saja kembali pada tiga pemenang Dangdut Mania sebelumnya. Yakni Agus "Kenek", Siti "Pijit", dan Jupri "Asong". Ke mana mereka kini? Apakah mereka mampu memperbaiki taraf hidupnya setelah menjadi populer berkat acara itu? "Sebelum dikenal, kalau ada hajatan saya tidak pernah dapat kesempatan untuk nyumbang lagu. Mau tampil di panggung susah banget. Sekarang, tiap ada hajatan, saya duluan yang disuruh nyanyi," kata Agus. Mantan kenek angkutan umum ini mengaku hidupnya kini jauh lebih baik setelah berhasil menjadi salah satu jawara Dangdut Mania. "Setiap minggu, tak kurang tiga tanggapan menyanyi saya dapatkan. Setiap kali nyanyi saya dapat Rp 1,5 juta," katanya. Yang dialami Jupri tak beda jauh. Dia pun kini mendapat kesempatan besar untuk memperbaiki kehidupannya. "Yang pasti penghailan jauh beda lah antara jadi pedagang asongan dan menyanyi di panggung. Apalagi saya menyanyi dengan nama yang sudah dikenal berkat Dangdut Mania," urai Jupri. Pengamen Sebelumnya, profesi Jupri sehari-hari adalah pengamen. Namun dia kemudian berkenalan dengan pengasong di jalanan dan diberi modal untuk berjualan asongan. "Sejak itu saya jualan asongan. Waktu mau audisi, nggak tahu kenapa kok saya merasa ada yang bisikin supaya bawa asongan saya. Ternyata asongan saya bawa hoki," kenangnya. Lucunya ketika hendak masuk lingkungan TPI, ia sempat dilarang karena dikira akan berjualan asongan. "Saya bilang kalau mau audisi, akhirnya diizinkan masuk tapi dilarang jualan. Tapi di dalam banyak yang memaksa beli dagangan saya. Terpaksa saya jual juga, diam-diam. Malah ada yang sampai sekarang belum bayar minuman," kenangnya. Kalau Agus dan Jupri telah meninggalkan profesi lamanya, tidak begitu dengan Siti. "Saya masih sekali-sekali mijit. Tapi sekarang tarifnya lain dong. Soalnya selain mijit, saya juga sambil nyanyi. Ha ha ha," kata Siti tertawa. Yang pasti Siti pun sesekali menyanyi di panggung diiringi suara organ sang suami. "Kebetulan suami saya seorang musisi. Hadiah dari Dangdut Mania saya belikan organ untuk modal suami main musik. Selain itu ditabung untuk sekolah anak-anak," ujarnya. Yang pasti, penampilan ketiganya pun kini sudah jauh berubah. Tidak lagi lusuh layaknya kenek, pedagang asongan, ataupun tukang pijit. Mereka kini tampil rapi dan klimis layaknya seorang artis. (Tresnawati-45) |