| Rabu, 28 Nopember 2007 | BANYUMAS |
Bandara Tunggul Wulung Diminta DihidupkanCILACAP- Ketua LSM Forum Rakyat Bersatu (FRB) Kabupaten Cilacap, Mustangin Mulyana mengatakan, pihaknya mendukung program proinvestasi yang digalakan Pemkab Cilacap. Namun, pelaksanaan program tersebut harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satu sarana yang perlu dibenahi adalah transportasi, baik darat, laut, maupun udara. "Setiap investor menuntut fasilitas transportasi yang memadai. Tidak hanya transportasi darat dan laut, tapi juga transportasi udara," katanya. Alasannya, ketersediaan fasilitas transportasi udara sangat mendukung program investasi. Namun sayang, jalur penerbangan Jakarta-Cilacap sekarang ditutup. Maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airline (MNA), yang selama ini melayani rute penerbangan Jakarta-Cilacap PP, sudah tak mau lagi melayani rute tersebut. Kendala Melihat kondisi yang demikian, FRB mendesak Pemkab agar menghidupkan kembali Bandara Tunggul Wulung. Untuk menghidupkan bandara itu, beberapa kendala yang menghambat harus segera dicarikan solusinya. Menurut Mustangin, salah satu kendala yang menghambat adalah landasan pacu. Saat ini panjang landasan pacu di bandara tersebut hanya 1.400 meter. Pemkab, pinta dia, harus memperpanjang landasan pacu menjadi 2.500 meter. Dengan perpanjangan landasan pacu, semua jenis pesawat bisa mendarat di Tunggul Wulung. "Dengan demikian, perusahaan maskapai penerbangan menjadi semakin tertarik membuka rute penerbangan Jakarta-Cilacap. Sebab, perusahaan itu bisa melayaninya dengan semua jenis pesawat yang dimiliki," katanya. Kepala Dinas Perhubungan, Drs Dian Setyabudi MM, melalui Kabid Perhubungan Udara, Rukman MM mengatakan, untuk mendukung investasi, keberadaan Bandara Tunggul Wulung harus dihidupkan lagi. Mengingat, transportasi udara bagi investor merupakan kebutuhan mendasar. "Untuk menghidupkan bandara itu, kami sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jateng. Kami baru sebatas mengkoordinasikan dulu dengan provinsi. Jadi kami belum melakukan pembicaraan dengan pihak maskapai penerbangan," katanya.(ag-75) |