| Rabu, 28 Nopember 2007 | BANYUMAS |
Disiapkan, Tim Siaga Gas BeracunBANJARNEGARA-Mengantisipasi bencana gas beracun yang dapat terjadi sewaktu-waktu di Kecamatan Batur, Banjarnegara, sebuah tim khusus kini tengah dipersiapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). M. Yusrie Hussein, Kepala DKK saat ditemui Suara Merdeka di ruang kerjanya kemarin mengatakan, tim itu berjumlah lima orang, yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga sanitasi lingkungan dan seorang tenaga umum. "Persiapan sudah kita lakukan, antara lain dengan melakukan Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD) di Banyumas dan Solo," jelas dia. Ditambahkannya, saat ini pihaknya sudah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat guna pengadaan alat pendukung, seperti tabung gas, masker, peralatan medis, dan kendaraan operasional. Untuk kebutuhan ini, paling tidak diperlukan biaya sebesar Rp 4 miliar sampai Rp 6 miliar. "Diharapkan tahun 2008 dapat direalisasikan". Yusrie mengungkapkan, sebenarnya saat ini masih ada sejumlah peralatan penanganan gas beracun masih tersedia di puskesmas. Namun, kondisinya sudah tidak layak digunakan. Sedangkan mengantisipasi bencana tanah longsor pada saat memasuki musim penghujan, Yusrie mengatakan, tim siaga bencana terus bersiaga selama 24 jam. "Jika terjadi musibah sewaktu-waktu, kita langsung terjun ke lokasi untuk melakukan pertolongan". Sementara dari data daerah rawan bencana Banjarnegara yang dihimpun Suara Merdeka melalui Bagian Kesra Setda terungkap, ada tiga desa di Kecamatan Batur yang rawan terhadap semburan gas beracun. Hal ini karena banyaknya kawah yang masih aktif di Dataran Tinggi Dieng. Sedangkan pada bencana tanah longsor, di Kabupaten Banjarnegara sedikitnya terdapat 63 desa yang tersebar di 18 kecamatan tergolong rawan bencana ini. Selain itu, 132 desa dinyatakan sebagai rawan angin kencang, serta 13 desa rawan terhadap bencana banjir.(J3-29) |