| Rabu, 28 Nopember 2007 | BANYUMAS |
Beras Cadangan Diusulkan untuk RaskinPURWOKERTO-Pemkab dan pemkot se-Bakorlin III Banyumas-Pekalongan meminta Gubernur menyalurkan cadangan beras pemerintah kepada rumah tangga miskin karena Desember tak lagi ada jatah beras bagi mereka. Kepala Bakorlin III Soekarno mengatakan permintaan dari 11 kabupaten dan kota itu telah ditindaklanjuti dengan mengirim surat kepada Gubernur. "Surat itu berisi usulan agar Gubernur mendesak pemerintah pusat tetap menyalurkan beras untuk warga miskin pada Desember 2007," tuturnya, kemarin. Pemerintah, lanjut dia, telah menetapkan kebijakan program beras untuk rumah tangga miskin yang mengatur dan menetapkan perubahan harga pembelian pemerintah dan penjualan beras Bulog ke pemerintah dari Rp 4.275 menjadi Rp 4.619,99/kg. Kebijakan itu berdampak pada penurunan pagu subsidi beras untuk rumah tangga miskin. Di wilayah eks Karesidenan Banyumas pagu awal 55.832.000 kg menjadi 51.121.000 kg atau selisih 4.684.337 kg. Di eks Karesidenan Pekalongan pagu awal 637.461.000 kg mejadi 58.588.000 kg atau selisih 4.873.000 kg. Penyesuaian pagu tersebut, lanjut Soekarno, berdampak terhadap distribusi beras untuk warga miskin yang semula 12 bulan menjadi 11 bulan atau sampai November seharga Rp 1.000/kg di titik distribusi. Lewat APBD Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas Imam Syafei mengatakan Desember memang tak ada penyaluran beras untuk warga miskin karena ada penyesuaian pagu. Pemkab di wilayah kerjanya mengusulkan tetap ada penyaluran beras murah sebagai pengganti. Di Bulog Subdivre IV, lanjut dia, ada cadangan beras pemerintah, tetapi sesuai ketetuan alokasinya untuk bencana alam atau operasi pasar dalam mengantisipasi gejolak harga.(G23-27) |