logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 SALA
Line

Pelatihan ESQ RS Ortopedi (1)

Mengusir Kejenuhan untuk Tingkatkan Kinerja

MEMILIKI karyawan yang berkulitas, sehat lahir dan batin tentu dambaan semua perusahaan baik negeri maupun swasta. Dengan modal itu, kinerja mereka juga akan maksimal.Dalam upaya menjaga kondisi puncak tersebut berbagai langkah dilakukan.

Seperti yang setiap tahun dilakukan pihak manajemen Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr R Soeharso Surakarta di Jalan Ahmad Yani, Pabelan Kartasura. Kali ini, semua karyawan RSO yang berjumlah 655 orang diwajibkan mengikuti Learning Organization (LO) serta Emosional Spiritual Quitient (ESQ) ke Bandung Jawa Barat. Tentu mereka tidak diberangkatkan serentak, karena pelayanan rumah sakit tetap harus jalan. Keberangkatan dibagi empat kelompok dengan rentang waktu pelaksanaan, 13-21 November.

Awalnya, semua peserta pada kelompok dua yang berjumlah 155 orang itu terlihat malas-malasan. Bisa dimaklumi, setelah menempuh perjalanan darat selama lebih kurang 8 jam badan mereka pastilah lelah. Apalagi gerimis membuat pagi itu semakin dingin.

Rasa ogah-ogahan yang sempat menggelayut itupun langsung sirna begitu peserta disunguhi panorama alam bumi Ciater yang molek. Pohon-pohon pinus dan bau tanah liat yang berpadu dengan aroma wangi bunga liar, membuat segar setiap orang yang melewatinya.

Jumat (16/11) pagi itu, panitia telah mengagendakan sejumlah acara di kawasan Ciater, yang ditempuh selama lebih kurang 2 jam dari kota Bandung. Di lokasi wisata air panas itu, rombongan diajak bermain fun game di sebuah tanah lapang.

Diantaranya bermain bakiak bertiga, tusuk balon berenam dengan mata tertutup serta memasukkan paku dalam botol. Semua permainan itu sengaja dibuat beregu, sehingga dibutuhkan kekompakan para pemainnya.

Disinilah diuji bagaimana sebuah tim mampu menghadapi tantangan fisik dan mental, serta dapat mengorganisasikan setiap anggotanya. Dalam permainan ini, tak terlihat lagi jarak antara pimpinan dan bawahan yang selama ini membedakan status mereka.

Kondisi semacam ini muskil terjadi ketika mereka berada di kantor. ''Tukang bersih-bersih pun, bisa menjadi ketua tim. Ini kan tak mungkin terjadi dalam keseharian,'' tegas dr I Gde Suci Indrawardana.

Untuk bisa memenangkan persaingan, lajut dokter umum itu, peserta juga harus sabar. Suasana ger-geran pun tak terelakkan, begitu pemain terjatuh dari bakiaknya, atau tak mampu meletuskan balon. Direktur RSO Dr Soeharso, dr Sulistyowati MS mengungkapkan acara LO itu merupakan kegiatan rutin institusinya.

''Ini merupakan salah satu strategi kami untuk menjaga kekompakan diantara para karyawan. Selain refreshing, kegiatan ini juga menguji fisik dan mental. Setelah ikut LO, rasa jenuh akan hilang,'' katanya. Perempuan berusia 40 tahunan itu menambahkan apa yang dilakukannya merupakan reward atas pencapaian kinerja yang meningkat. (Budi Santoso)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA