| Selasa, 27 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
Bambang Puji RidwanNAMA Bambang Nurdiansyah tidak bisa dilepaskan dari PSIS dan Pelita Jaya Purwakarta. Mantan pemain timnas itu pernah membawa pasukan Mahesa Jenar keluar sebagai juara III Liga Indonesia XI 2005. Sedangkan pada musim ini dia tetap menjadi bagian dari ofisial Pelita, sekalipun tenaganya dipakai PSSI sebagai pelatih timnas U-19. Karena itu, pertandingan antara PSIS melawan Pelita pada Minggu malam lalu sangat berarti bagi bekas striker itu. Namun, untuk sejenak keakrabannya dengan pemain, ofisial, dan manajer tim PSIS terpaksa harus dilupakannya. Sekalipun pada laga itu dia tidak duduk di bangku pemain cadangan, tetapi tetap berperan sebagai ofisial bagi tim yang berkandang di Purwakarta tersebut. Dia berbaur dengan penonton di tribune VVIP. ''Wah, Ridwan sekarang bagus ya,'' ujarnya kepada Suara Merdeka di sela-sela pertandingan. Komunikasi Pengakuannya pada kebolehan Ridwan, juga diwujudkan dengan memberikan masukan pada timnya. Di telinganya terpasang earphone yang dihubungkan dengan handy talky kecil warna hitam. Lewat alat itulah Bambang berkomunikasi dengan kubu Pelita Jaya yang ada di bangku pemain cadangan. Dia memberikan masukan kepada pelatih Fandi Ahmad tentang kelemahan tim dan apa yang harus dilakukan. ''Sektor kanan dilapis,'' katanya lirih berulang kali. Itu berarti lini belakang harus lebih mewaspadai aksi-aksi sayap kiri PSIS, M Ridwan, yang memiliki kecepatan dan rajin melakukan penetrasi ke kotak penalti.Penonton di sekitar Bambang hanya tersenyum melihat alat yang dipakai itu. Saat Marthen Tao membalikkan keunggulan untuk PSIS pada menit 63 menjadi 2-1, Bambang terdiam sambil tak henti-hentinya menghisap rokok. Alat komunikasinya itu tak lagi digunakan. Melihat hal itu, seorang penonton pun nyeletuk, ''Bambang mumet.'' (Budi Winarto-22) |