| Selasa, 27 Nopember 2007 | SEMARANG |
Jangan Hilangkan Bangunan Sejarah ...BAGI masyarakat Kota Salatiga, nama kompleks Pemandian Kalitaman sudah tidak asing di telinga. Tempatnya yang cukup strategis di tengah kota, memudahkan akses warga untuk datang berwisata air dengan mengajak keluarga. Dipilihnya pemandian itu sebagai tempat wisata, juga karena airnya berasal dari sumber alami. Di sisi lain, Pemandian Kalitaman yang oleh warga tempo doeloe disebut Kaligedong itu, merupakan salah satu peninggalan sejarah. Dengan demikian sanggat disayangkan jika harus direlokasi atau ditutup. Suyono (49), koordinator Tempat Bermain dan Pemandian Kalitaman Salatiga mengungkapkan, lokasi tersebut sudah dibangun sejak zaman Belanda. Renovasi terakhir, hingga berbentuk seperti sekarang ini dilakukan sekitar tahun 1970-an. ''Kami sebagai petugas di sini tidak bisa menolak atau menerima, tetapi banyak sekali yang berharap agar tempat pemandian ini dapat dipertahankan, baik dari sisi cagar budaya maupun pendidikan serta olahraga. Karena masih dipakai pelajar untuk berlatih renang,'' ujarnya. Menurut Suyono, sejumlah guru dan sekolah yang biasa menjadikan Kalitaman sebagai tempat praktik renang, keberatan dengan rencana relokasi tersebut. Namun niat, beberapa orang tersebut dipastikan akan kalah dengan kebijakan Pemkot, sebagai pemilik sumber daya air itu. Dari sisi sejarah, Suyono menceritakan, Pemandian Kalitaman pernah dipakai untuk lomba cabang renang pada Pekan Olahraga I tahun 1948 yang dipusatkan di Solo. Sejumlah atlet juara renang asal Jateng juga pernah ditelorkan dari pusat pelatihan di Pemandian Kalitaman. Diakuinya, sejumlah orang Belanda yang kini sudah berusia lanjut dan semasa kecil pernah tinggal di Salatiga, kerap datang ke Kalitaman. ''Orang-orang Belanda yang sudah lama meninggalkan Indonesia, sering datang ke sini melihat Kalitaman. Mereka ingin mengenang masa kecilnya,'' kata Suyono. Dapat Dilestarikan Suyono meminta, jika memang sumber air di Kalitaman dimanfaatkan untuk PDAM dan pabrik air kemasan, sebaiknya tidak merelokasi atau menghilangkan kompleks Pemandiannya. Dengan demikian, salah satu peninggalan sejarah itu dapat terus dilestarikan. Sebagaimana diberitakan SM, Senin (26/11), Pemkot Salatiga berencana merelokasi kompleks Pemandian Kalitaman, Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo Salatiga. Relokasi pemandian itu, untuk dikelola PDAM sebagai sumber air dan mendatang untuk pabrik air kemasan. Alasannya, selama ini pemandian yang dikelola Dinas Pariwisata (Disparta) itu, dinilai memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang kecil. Bila sumber air tersebut dikelola PDAM, bakal memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan PAD. Lalu jika sumber air dikelola PDAM dapat meningkatkan debit air masyarakat di zone Salatiga Utara dan Tengah. (Surya Yuli P-16) |