| Selasa, 27 Nopember 2007 | SEMARANG |
Kader Vaksinator Masih Kurang 170 Orang
UNGARAN - Kader vaksinator di Kabupaten Semarang yang saat ini baru ada 140 orang dinilai masih kurang memenuhi angka ideal. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah desa di kabupaten, yakni 235 desa/ kelurahan. Setiap desa minimal ada dua kader vaksinator. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Ir Agus Purwoko Jati melalui Kabid Keswan dokter hewan Bambang Sutrisno MM, Senin (26/ 11). ''Idealnya ada 470 kader vaksinator. Saat ini baru ada 140 tenaga. Selasa (27/ 11) ini kami menambah 160 orang yang akan dilatih. Jadi tenaga vaksinator masih kurang 170 orang,'' kata Bambang Sutrisno, kemarin. Ia mengatakan, sejumlah 170 orang tersebut akan dipenuhi pada perubahan APBD 2008. Pelatihan kader vaksinator rencananya berlangsung di Balai Pelayanan Kesehatan Hewan, Training Center Sidomulyo, Ungaran. Sebagai pemateri direncanakan dokter hewan Bambang Sutrisno MM, Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) dokter hewan Djarot ZK, dibantu stafnya dokter hewan Asto Kuntoro dan paramedik staf keswan Disnakan. ''Pelatihan tersebut seputar teori penyakit unggas, pencegahan dan pemberantasannya. Lalu ada praktik memvaksin ayam,'' terang Bambang. Ia menegaskan, peran vaksinator tersebut sangat penting dalam membantu program vaksinasi Avian Influenza (AI) atau flu burung. Mereka juga bisa melaporkan adanya dugaan penyakit AI di desanya. Kader vaksinator tersebut diharapkan juga bisa memberikan penyuluhan pada masyarakat. ''Mereka harus bisa menularkan ilmunya ke masyarakat,'' imbuhnya. Revaksinasi Untuk mencegah penyakit AI, Disnakan berencana melakukan revaksinasi AI pada 29 November ini hingga awal Januari 2008. Pemkab menyediakan 100.000 dosis vaksin AI untuk unggas se-kabupaten. Selain itu, Disnakan juga menyiapkan 40 liter desinfektan untuk biosecurity kandang. ''Bantuan APBD II tahun ini untuk vaksin AI sebanyak 200.000 dosis. Dari pusat 600.000 dosis. Sekarang tinggal revaksinasi 100.000 dosis,'' papar Bambang Sutrisno. Kegiatan ini akan dimulai dari Kecamatan Bringin lalu 18 kecamatan lainnya. Jumlah bantuan vaksin dari pemerintah memang dinilainya kurang. Sebab unggas di kabupaten ini lebih dari 2 juta ekor. Untuk itu peternak unggas harus bisa lebih mewaspadai. ''Terlebih saat anomali iklim seperti ini. Semua kecamatan harus waspada,'' tegasnya. Upaya Disnakan terus berupaya melatih warga menjadi kader vaksinator, sebab ada kecenderungan keikutsertaan aparat kecamatan dan desa serta masyarakat dalam menunjang program ini masih kurang. (H14-16) |