| Selasa, 27 Nopember 2007 | SEMARANG |
Perawat Diludahi, 10 Rekannya Mengadu ke PolisiKENDAL- Sepuluh mantan perawat di rumah bersalin balai pengobatan (RB/BP Sri Husada di Jl Kartini No 24 Weleri, Kendal, Senin (26/11) sekitar pukul 14. 00 mendatangi Polsek Weleri. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan serta memberikan kesaksian kepada penyidik, terkait perlakuan tak menyenangkan dari oknum pengelola RB/BP terhadap seorang rekannya. ''Kedatangan kami untuk memberikan dukungan moril, sekaligus menjadi saksi terkait peristiwa yang menimpa Gandung Sukarsrinanto. Saat mengurus pesangon dari perusahaan, tadi sekitar pukul 12.30 (Senin, 26/11-Red), dia diludahi seorang oknum dokter RB/BP,'' ungkap sejumlah mantan perawat perempuan RB/BP yang tak ingin disebutkan identitasnya, kemarin. Secara terpisah, Gandung Sukarsrinanto (26) di sela-sela memberikan keterangan kepada penyidik menjelaskan, perlakuan yang menimpa dirinya tersebut berawal ketika dia dan rekan-rekan sesama perawat berniat mengurus pesangon dari pihak perusahaan. ''Sebanyak 11 perawat di RB/BP Sri Husada, termasuk saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan pada Jumat (23/11) lalu. Keputusan ini ditempuh, setelah pihak manajemen secara sepihak pada Senin (20/11) lalu memberikan opsi berupa penurunan gaji kepada tenaga perawat,'' kata warga Desa Caruban, Ringinarum, Kendal itu. Penurunan gaji bagi para tenaga perawat itu menjadi Rp 150 ribu/orang/ bulan. Padahal, sebelumnya setiap tenaga perawat tersebut telah mendapat gaji serta tunjangan berkisar Rp 600 ribu/bulan (tergantung masa kerjanya). Tidak setuju dengan keputusan itu, sebelas perawat akhirnya sepakat mengundurkan diri dari pekerjaannya. Berikan Pesangon Awalnya, manajemen RB/BP enggan memberikan pesangon kepada para perawat. Namun sebelas perawat (terdiri atas 10 perawat perempuan dan satu perawat pria) itu bernegoisasi dengan manajemen sembari menunjukkan UU No. 13/2003 yang mengatur adanya pesangon, pihak RB/BP akhirnya meluluskan keinginan mantan karyawannya. Setiap tenaga perawat tersebut mendapat pesangon, antara Rp 300 ribu hingga Rp 3,5 juta (tergantung masa kerja). ''Kami juga berencana untuk mengadu ke DKK, Nakerstrans, dan DPRD, jika tuntutan pesangon tidak diberikan. Syukurlah, perusahaan memberikan pesangon. Dengan demikian, kewajiban perusahaan sudah terselesaikan,'' ujar Gandung. Penyaluran pesangon yang berlangsung di kantor RB/BP Sri Husada pada Senin (26 /11) bagi sepuluh mantan perawat berlangsung lancar. Gandung adalah yang kali terakhir menerima pesangon. Saat inilah dia merasa dipersulit. Beberapa kali dia harus pulang ke rumah dan kembali ke kantor guna mengurus persyaratan yang diajukan perusahaan. Seperti, surat keterangan dari Ketua RT dan RW, tanda-tangan tetangga sekitar. Setelah semua persyaratan dipenuhi, saya menghadap manajemen, serta ditemui tiga pengelola RB/BP. Sembari memberikan pesangon, saya diberi pengarahan. Namun tanpa disangka, seorang manajemen yang juga berprofesi sebagai dokter di RB /BP yang menemui saya itu, mendadak meludahi wajah ini mendapat perlakuan itu, Gandung keluar ruangan dan menunjukkan air ludah yang menempel di wajahnya kepada sepuluh teman perawat yang saat itu masih menunggu di luar. Mereka kemudian bersama-sama mengadukan masalah itu ke Polsek Weleri. Kapolres AKBP Tjahyono Prawoto SH melalui Kapolsek AKP Suratman ketika diminta tanggapan mengemukakan pihaknya telah menampung aduan tersebut, dan akan segera memanggil terlapor. Secara terpisah, pihak manajemen RB/BP Sri Husada ketika diminta konfirmasinya sehubungan pelaporan sejumlah mantan tenaga perawatnya mengemukakan, peristiwa tersebut diluar kesengajaan. ''Ketika bicara bersama eks seorang tenaga perawat (Gandung-Red), wajah saya dan wajahnya sangat berdekatan. Ada kemungkinan, saat itu air liur saya menciprati wajah dia. Jadi, tidak benar kalau saya dengan sengaja meludahi wajahnya,'' tandas dokter Ali saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin. Dia menambahkan, pihaknya justru menilai pengaduan sejumlah mantan karyawannya ke pihak kepolisian itu bertujuan untuk memprovokasi. ''Pihak RB/BP Sri Husada telah memberikan pesangon kepada sejumlah mantan perawat, meski di sisi lain mereka mengundurkan diri,'' jelasnya. (G15-16) |