logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Abrasi Pantai Demak Memprihatinkan

DEMAK - Abrasi pantai yang terjadi di pesisir Demak, dikatagorikan paling memprihatinkan. Pasalnya, lahan tambak dan daratan yang tergerus air telah membentuk teluk. Menurut Dr Ir Subandono Diposaptono MEng, Kasubdin Direktorat Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan pada Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau kecil Departemen Kelautan dan Perikanan, khusus abrasi pantai yang terjadi di Kecamatan Sayung saja telah menggerus pantai sepanjang 1,5 km dengan kedalaman daratan sekitar 600 meter.

Posisi lahan terkena abrasi membentuk teluk.''Ini kondisi yang harus mendapat perhatian semua pihak,'' katanya saat menyosialisasikan Pencanangan Bersih Pantai dan Mitigasi Bencana serta Pencemaran di aula Kantor Dipenda Demak, kemarin.

Apabila tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin lahan tergerus air laut akan semakin jauh ke perkampungan. Belum lagi tekstur tanah di daerah itu yang berupa lumpur dan mudah terbawa air. Parahnya abrasi pantai di Demak yang mulai dirasakan tahun 1990-an, lanjut dia, disebabkan daerah pesisir sekitar yang dibangun reklamasi dan pemanfaatan bangunan lainnya.

Tanaman Mangrove

Pada saat bersamaan, tanaman mangrove yang menjadi benteng ombak laut di daerah itu ditebangi. Akibatnya, air laut menggerus tambak-tambak milik warga. Sudah ada dua dusun yang terpaksa direlokasi karena air laut yang menenggelamkan perkampungan, yakni Dusun Tambaksari dan Rejosari Senik.Saat ini sudah ada langkah untuk mengurangi potensi abrasi dengan penanaman mangrov.

Cara tersebut diyakini dapat mengembalikan lahan yang hilang, karena akar mangrov dapat menahan tanah yang terbawa ombak.Selain dengan cara penghijauan pantai, juga dibangun rumah panggung. Pihaknya telah membantu sebanyak 27 unit rumah panggung.

Untuk mendorong perhatian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga pantai, akan diadakan bersih-bersih pantai secara besar-besaran. ''Rencananya seluruh pantai Demak akan jadi percontohan,'' ujarnya. (H1-16 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA