logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Badai Siklon Tropikal Sebabkan Hujan Tak Turun

SEMARANG-Ketiadaan hujan selama lebih dari sepekan di Semarang serta kota-kota di wilayah pantura dipengaruhi munculnya tropical cyclone atau badai siklon tropikal Hughes di Laut China Selatan dan badai Mithag di Filipina. Badai ini mengarah ke barat laut dari Filipina menuju ke daerah sekitar Bangkok.

Terjadinya badai siklon tropikal ini, menurut Kepala Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang M Chaeran, awalnya hanya bertekanan rendah namun terus naik menjadi tropikal depresi dengan kecepatan angin hingga 60 knot.

''Baru tiga hari lalu tumbuh jadi tropikal siklon dengan kecepatan angin di atas 100 knot sehingga di daerah tersebut terjadi cuaca buruk. Akibatnya awan berpotensi hujan di Indonesia beralih ke daerah yang terkena badai tropis tersebut,'' jelas M Chaeran, Senin (26/11).

Selain tropikal siklon di Filipina dan Laut China Selatan, lanjut dia, di Samudera Indonesia juga terjadi tekanan rendah seperti di barat daya Sumatera hingga menyebabkan potensi awan tertarik ke sana.

Wilayah pantura mulai dari Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Pati, Kudus, hingga Rembang, dan Jepara selama sepekan terakhir minim curah hujan. ''Semarang juga baru dua hari lalu tapi hanya rintik-rintik tidak terukur, kalau Jawa Tengah yang berpotensi hujan seperti Purworejo itupun intensitasnya hanya 5 mm per hari, kecil sekali,'' katanya.

BMG sendiri memprediksi gangguan cuaca ini akan berakhir dalam tiga hari ke depan, karena badai topan ini akan semakin melemah kekuatannya. ''Kami memperkirakan penyimpangan cuaca ini baru akan kembali normal tiga hari lagi sehingga hujan akan kembali turun di wilayah pantura,'' imbuhnya.(J14-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA