logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 SEMARANG
Line

HUT Ke-56 RS Telogorejo (1)

Berawal dari Poliklinik Kecil

Memasuki usia ke-56, sudah banyak sumbangsih yang diberikan RS Telogorejo bagi kesehatan masyarakat Semarang. Berikut laporan berseri wartawan Suara Merdeka, Fani Ayudea. DULU, masyarakat Tionghoa Semarang memiliki sebuah poliklinik di Gang Gambiran. Poliklinik kecil yang diberi nama Poliklinik Tionghoa atau acap disebut Poliklinik Gambiran tersebut, didirikan pada 1 Desember 1925, atas prakarsa warga sekitar.

Awalnya, Poliklinik Gambiran hanya melayani masyarakat Pecinan yang notabene warga Tionghoa. Namun seiring berjalannya waktu, poliklinik tersebut berkembang semakin pesat dan memiliki banyak pasien yang berasal dari luar Pecinan.

Pada 16 November 1928, Poliklinik Gambiran resmi diubah namanya menjadi Lang Tjwan Tiong Hoa Ie Wan, yang berasal dari kata Lang Tjwan yang artinya Semarang, dan Ie Wan yang berarti rumah sakit. Sehingga berarti Rumah Sakit Tiong Hoa di Semarang.

Karena perkembangan zaman, poliklinik tersebut kemudian diubah menjadi sebuah rumah sakit dengan nama Rumah Sakit Chung Cheng I Yuan yang berlokasi di kawasan Telogorejo, yang kini adalah Jl KH Achmad Dahlan. Namun keberadaan rumah sakit itu dirasa masih kurang memadai. Maka, akhirnya dirintislah pembangunan rumah sakit yang lebih besar.

Kemudian oleh Panglima Divisi Diponegoro Gatot Subroto, dan Wali Kota Semarang Hadisubeno Sosrowerdojo, waktu itu, rumah sakit tersebut diresmikan pada 25 November 1951. Dan Rumah Sakit Tiong Hoa Ie Wan pun kemudian berubah nama menjadi Rumah Sakit Telogorejo, disesuaikan dengan nama tempat di mana rumah sakit tersebut didirikan. Sehingga 25 November 1951 dijadikan sebagai tonggak berdirinya RS Telogorejo Semarang.

Pilihan Utama

Ya, RS Telogorejo kini telah menapak usia 56 tahun. Usia yang cukup matang bagi salah satu rumah sakit swasta di Semarang ini, yang telah ikut memberi kontribusi bagi kesehatan masyarakat. Tak hanya masyarakat Semarang, namun juga Jawa Tengah.

Menurut Dirut RS Telogorejo, dr Imelda Tandiyo, sampai sekarang pembenahan terus dilakukan. Tak hanya berbenah dari segi pelayanan, tapi juga sarana dan prasarana. "Kami sedang menyiapkan diri menjadi rumah sakit swasta pilihan utama di Jateng dan sekitarnya," katanya.

Hingga saat ini, ada 16 fasilitas pelayanan yang diberikan oleh RS Telogorejo. Selain pelayanan rawat inap dan rawat jalan, ada pula fasilitas penunjang dan diagnostik seperti radiologi, laboratorium dan instalasi farmasi 24 jam. "Kami juga masih menempatkan pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai pelayanan unggulan," ujar Imelda.

Sementara itu menurut Manager Humas RS Telogorejo, Nana Noviada SE MM, hingga saat ini RS Telogorejo telah memiliki kapasitas 286 tempat tidur yang terdiri atas kelas utama, kelas I, kelas II, kelas III, ICU/CCU/NICU/ PICU, dan ruang khusus perawatan bayi.

RS Telogorejo telah mencatat beberapa prestasi dalam dunia medik. Di antaranya cangkok ginjal sejak, operasi jantung terbuka, operasi laparascopik, bayi tabung, operasi epilepsi, intervensi Jantung, intervensi otak (embolisasi), cangkok dan implant kornea, cangkok sumsum tulang.

"Selain itu ada operasi kantung empedu tanpa membuka perut, operasi plastik rekonstruksi dan kosmetik, implant gigi, penanganan batu ginjal, endo-skleroterapi, dan operasi moya-moya," jelas Nana.(41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA