logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Warga Kemijen Keluhkan Program Konversi

  • Ditarik Iuran Rp 1.000 Per KK

SEMARANG- Proses pembagian tabung elpiji dan kompor dalam program konversi minyak tanah di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, Senin (26/11), dikeluhkan oleh warga setempat. Pasalnya, warga merasa keberatan dengan pungutan yang dibebankan oleh pihak kelurahan.

''Setiap perwakilan RT yang akan mengambil jatah kompor dan tabung elpigi diminta untuk membayar uang Rp 1.000. Jumlah tersebut dikalikan dengan banyaknya warga yang terdaftar dalam program konversi di masing-masing RT,'' kata Suwarte, Ketua RT 1 RW 3.

Diterangkan, warga yang mendapatkan jatah kompor di wilayah RT-nya sebanyak 38 orang. Karena itu, dia harus menyertakan uang Rp 38 ribu untuk dapat mengambil kompor tersebut.

Ketua RW 6, Nur Timbul (43) mengatakan, penarikan pungutan itu dilakukan tanpa sosialiasi terlebih dahulu. Dalam kwitansi pembayaran disebutkan bahwa uang tersebut digunakan sebagai iuran Pekan Olah Raga Warga Kota Semarang (Porwakos).

''Kalau memang itu benar untuk Purwakos kami merasa keberatan. Sebab, program konversi tidak ada kaitannya sama sekali dengan kegiatan olahraga itu. Ditambah lagi, pembagian tabung elpigi itu informasinya tidak dipungut biaya sepeser pun,'' kata Nur Timbul.

Tidak Sampai Hati

Para ketua RT merasa keberatan lantaran mereka tidak sampai hati mengatakan kepada warga kalau dalam program konversi tersebut ditarik pungutan. Selain itu, mereka juga mengeluhkan bukti pembayaran yang tidak dibubuhi stempel resmi dari kelurahan.

''Terus terang kami bingung bagimana menyampaikan hal ini kepada warga. Soalnya, para ketua RT telah menggembor-gemborkan pembagian elpigi gratis. Kalau pada akhirnya ternyata dipungut biaya, kami (ketua RT- ) harus ngomong apa kepada mereka (warga-red)?,'' tambah Nur Timbul.

Sementara itu, Lurah Kemijen, Pramono Hadi menjelaskan, pungutan biaya itu sifatnya sukarela dan tidak ada unsur paksaan. ''Pungutan tersebut memang atas insiatif saya sendiri. Hal itu untuk menggali potensi di masing-masing wilayahnya,'' kata Pramono.

Karena banyak mendapatkan protes dari para ketua RT dan RW, Pramono Hadi akhirnya mencabut keputusannya menarik pungutan tersebut. Kemarin petang, pihak kelurahan mengembalikan sejumlah uang yang telah dibayarkan oleh para perwakilan RT. Tabung elpigi dan kompor itu dibagikan kepada 2.795 kepala keluarga. Penarikan iuran Porwakos pada program konversi itu sendiri memang dianggap ganjil. Sebab, Pekan Olah Raga Warga Kota Semarang itu sendiri telah berakhir Minggu (25/11).(H40-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA