logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Kerusuhan Landa Paris

PARIS - Aparat keamanan Prancis kemarin berjaga-jaga untuk mencegah kerusuhan berlanjut di pinggiran Paris, menyusul kematian dua remaja akibat tabrakan dengan mobil polisi. Kelompok-kelompok pemuda membakar mobil, menjarah toko, dan merusak gedung-gedung di Villiers-le-Bel, utara Paris, Minggu lalu. Amuk massa itu dipicu oleh kematian dua remaja pembalap motor liar yang bertabrakan dengan mobil polisi.

Sedikitnya 25 personel polisi terluka dalam kerusuhan selama enam jam itu. Aparat mengatakan, sekitar 100 pemuda terlibat dalam kerusuhan tersebut. Sambil membakari mobil-mobil, mereka menuntut penjelasan mengenai kecelakaan yang menewaskan dua remaja pria berusia 15 dan 16 tahun itu. Bukan sekali ini Prancis dilanda kerusuhan. Pada 2005, kematian dua pemuda di Paris utara telah menyulut amuk massa yang merembet sampai ke kota-kota lain.

Omar Sehhouli, kerabat salah seorang korban dalam kecelakaan Minggu lalu, menuduh polisi sengaja menabrak motor kedua remaja tersebut. Dia mengatakan, polisi juga tidak menolong kedua korban.

Namun polisi mengatakan, kedua motor itu menabrak bagian samping mobil aparat yang sedang patroli. Kedua pengendara motor tersebut tidak mengenakan helm. Petugas masih menyelidiki insiden itu.(rtr-ben-26)

SM/afp

RAMBUT NATAL:Mal-mal di Hong Kong mulai bersaing untuk sejumlah bisnis menjelang Hari Natal. Salah satu pusat perbelanjaan di kota itu, kemarin, mengadakan acara promosi untuk menarik pengunjung. Seorang pria (kiri) rambutnya dipotong gaya khusus Natal dalam acara itu.(26)

Venezuela-Kolombia Tegang

KARAKAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez membekukan hubungan bilateral dengan negara tetangganya, Kolombia. Sebab, Bogota mencabut peran Chavez sebagai penengah dalam perundingan dengan gerilyawan sayap kiri Kolombia.

Chavez mengatakan bahwa dia ''mempetieskan'' hubungan bilateral dengan Bogota setelah Presiden Kolombia Alvaro Uribe menyingkirkannya dari perundingan pertukaran sandera dengan gerilyawan. Uribe juga mengakhiri keterlibatan Senator Kolombia Piedad Cordoba dalam negosiasi tersebut.

''Saya mengumumkan bahwa saya mempetieskan hubungan bilateral dengan Kolombia. Saya tak percaya lagi pada Pemerintah Kolombia,'' kata Chavez, Minggu waktu setempat. ''Mereka telah meludahi muka saya, justru ketika kami bekerja sepenuh hati untuk menciptakan perdamaian.''(ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA