logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 INTERNASIONAL
Line

Sharif dan Bhutto Calonkan Diri

LAHORE - Dua mantan perdana menteri Pakistan, Nawaz Sharif dan Benazir Bhutto, kemarin mengisi formulir pendaftaran untuk pemilihan umum. Kedua pemimpin oposisi itu mengatakan, pengisian daftar pencalonan itu tidak menutup peluang mereka untuk memboikot pemilu kelak.

Sharif mengisi daftar pencalonan itu sehari setelah kepulangannya dari pengasingan yang dijalaninya selama tujuh tahun terakhir. Para pendukungnya menaburi bunga mawar saat dia menyerahkan formulir pencalonan untuk pemilu 8 Januari tersebut.

Dia menegaskan tidak akan bekerja sama dengan Pervez Musharraf yang menang dalam pemilihan presiden bulan lalu. Menurut pendapatnya, pemilu hanya bisa diterima apabila Musharraf mencabut status darurat dan memulihkan konstitusi.

''Status darurat dan kediktatoran bukanlah watak negara ini. Partai kami tidak akan menjadi bagian dari pemerintah koalisi pimpinan Presiden Musharraf. Kami yakin, pemerintahan di bawah Musharraf pastilah ilegal dan tidak demokratis,'' kata Sharif.

Para pendukungnya berkerumun di depan gedung pengadilan tempat dia dan adiknya Shahbaz menyerahkan formulir pendaftaran. Mereka berteriak-teriak: ''Enyahlah Musharraf''.

Siap Beraliansi

Sharif juga menyerukan pemulihan jabatan hakim-hakim yang dipecat oleh Musharraf karena mereka menolak mengesahkan status darurat. Musharraf memberlakukan keadaan darurat sejak 3 November.

Sebelumnya, Sharif mengatakan mendukung aksi boikot terhadap pemilu Januari. Dia menjelaskan pencalonannya itu tidak menutup peluang untuk berunding dengan partai-partai lain yang memboikot pemilu.

Kepulangannya juga disambut hangat oleh Bhutto yang menyatakan siap membentuk aliansi dengan seluruh partai berhaluan moderat. Namun Bhutto mencemaskan kemungkinan pemilu berjalan tidak adil.

''Kami khawatir, pemilu akan diwarnai kecurangan. Namun kami tidak bisa meninggalkan arena begitu saja,'' kata Bhutto di Larkana, Pakistan selatan.

Sementara itu, para pejabat pemerintah mengisyaratkan bahwa Musharraf akan dilantik sebagai presiden Kamis lusa setelah dia melepas status militernya. Pengunduran diri Musharraf dari militer merupakan tuntutan utama komunitas internasional.(afp-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA