| Selasa, 27 Nopember 2007 | EKONOMI |
Alfa Semarang Tutup
SEMARANG-Alfa Gudang Rabat Jalan Raden Patah Semarang berencana menutup usahanya per 28 Desember mendatang. Penutupan tersebut terkait dengan rencana manajemen pusat. Di samping itu, lahan yang ditempati Alfa merupakan milik sebuah perusahaan rokok yang lokasinya bersebelahan. ''Alfa mengembangkan lahan tersebut dengan sistem sewa. Menjelang habis masa sewa lahan, kami menginformasikan soal penutupan ini kepada konsumen,'' kata Store Manager Alfa Gudang Rabat Semarang, Prapto K, kemarin. Ia menepis anggapan penutupan usaha yang telah beroperasi sejak 1993 tersebut karena bangkrut. Menurutnya, bisnis yang dijalankannya masih terbilang sehat. Hal itu bisa diindikasikan dari tingkat transaksi sehari rata-rata 2.200 kali. ''Hadirnya peritel baru, seperti Carrefour dan Hypermart memang menurunkan penjualan sampai 20%. Meski demikian kami masih tetap bisa eksis,'' katanya. Terkait rencana penutupan tersebut, perusahaan menggelar diskon untuk semua produk. Tidak hanya masyarakat umum yang berbelanja, terlihat sejumlah karyawan Alfa yang juga turut memborong. Bila pelayanan pada hari biasanya Alfa bisa menerima penukaran barang yang sudah dibeli konsumen. Namun saat ini beberapa pengumuman tidak adanya pelayanan tukar barang pun ditempel di dinding gerai. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya menghabiskan barang dengan cepat. Nasib Karyawan Sejak 15 November lalu, Alfa sudah melakukan cut order atau tidak menerima pasokan barang-barang lagi. Bahkan rak-rak banyak yang dibiarkan kosong dan penataan barang yang kurang rapi. Meski demikian, Alfa tetap beroperasi tanpa ada perubahan waktu. Selama ini Alfa Gudang Rabat mengunggulkan penjualannya dari consumer goods. Perusahaan ritel tersebut berhasil mengambil pasar di wilayah timur Semarang hingga luar kota, seperti Pati, Kudus, dan Jepara. Hal itu ditunjukkan dari database konsumen yang dimiliki Alfa serta alamat pengiriman katalog promosi produk yang dikirim secara reguler. Prapto menambahkan pihaknya belum mengetahui rencana pascapenutupan gerai, baik kelanjutan bisnis maupun nasib karyawan. Ia masih menunggu tim manajemen pusat yang direncanakan akan ke Semarang pada pertengahan Desember. ''Kami adalah perusahaan terbuka. Jadi segala rencana perusahaan ditentukan oleh manajemen pusat di Jakarta. Kami sebagai pelaksana di daerah saja,'' tukasnya. (H22-59) |