| Selasa, 27 Nopember 2007 | EKONOMI |
Pemerintah Berencana Ubah Asumsi Makro 2008JAKARTA- Postur APBN 2007 yang hampir berakhir sebulan lagi dipastikan tetap aman meski harga minyak mentah masih bergejolak. Namun, jika harga minyak mentah terus di atas 90 dolar AS per barel atau bahkan 100 dolar AS per barel pemerintah akan mengubah asumsi makro 2008. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai breakfast meeting dengan pejabat BI, Menko Perekonomian, dan eselon I Depkeu di Gedung BI, Jl MH Thamrin, Jakarta kemarin. ''Pada 2007 pertumbuhan ekonomi 6,3 persen itu sangat mungkin tercapai terutama melihat perkembangan kuartal II. Pengaruh kenaikan harga minyak masih seimbang antara penerimaan dan pengeluaran. Outlook untuk neraca pembayaran dari BI juga cukup bagus.'' Karena itu, untuk 2007 termasuk inflasi masih sesuai harapan sehingga APBN 2007 masih cukup baik. Namun, lanjutnya, kenaikan harga minyak harus diperhatikan hingga berapa lama dan bagaimana pengaruhnya pada APBN. ''Kita sudah melakukan beberapa skenario seandainya harga minyak terus-terusan di atas 90 dolar AS atau 100 dolar AS per barel. Dari sisi penerimaan negara, subsidi, komposisi belanja, maupun defisit nampaknya kan baik,'' tambahnya. Perubahan dalam asumsi makro, kata Sri masih akan dilihat dari sisi mana, yang pasti harga minyak dalam APBN 2008 akan direvisi. Namun, ia tidak bersedia menyebutkan angkanya mengingat masih menunggu cabinet hearing beberapa hari ke depan. Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono menyatakan perubahan tersebut memang akan dibahas dalam sidang kabinet. ''Kita akan mengkaji perubahan APBN 2008 apa saja yang harus dilakukan tanpa harus mengubah Undang-undang APBN,'' katanya di Kantor Perekonomian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat kemarin. Terkait kebijakan subsidi yang dibahas dalam sidang kabinet, Boediono belum bersedia menjelaskan mengingat hal itu bukan wewenang selevel menteri. (J10-59) |