| Selasa, 27 Nopember 2007 | EKONOMI |
Askrindo Koordinasi Program Penjamin KreditSEMARANG- PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Semarang akan melakukan koordinasi dengan 6 bank dalam program penjamin kredit. Upaya itu dilakukan untuk menghindari kerancuan persepsi terkait teknis pelaksanaan. Hal itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi Disyankop dan UKM Jateng kepada instansi terkait soal program penjamin kredit. Kepala Cabang Askrindo Semarang, Hamlet Subekti mengatakan, pihaknya akan menemui 6 bank yang terikat dalam perjanjian kerja sama pengucuran kredit dengan fasilitas lembaga penjamin kredit. Bank yang dimaksud adalah Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BTN, Bank Bukopin, dan Bank Syariah Mandiri. Prinsip Hati-hati Dengan adanya koordinasi tersebut diharapkan tidak terjadi miskomunikasi dalam teknis pengucuran kredit maupun penjaminannya, termasuk masalah agunan dan premi. ''Kami masih memerlukan pembicaraan kepada pihak-pihak terkait agar tidak terjadi kerancuan dalam pelaksanaannya. Selama ini kami sudah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah bank dalam penjaminan kredit, termasuk 6 bank tersebut,'' katanya, kemarin. Ia menekankan skema program penjamin kredit ini tetap menyertakan prinsip kehati-hatian. Kriteria 5C, yakni character, capacity, capital, condition of economy, dan collateral, tetap dikedepankan. Selama ini, Askrindo telah mengembangkan asuransi kredit yang dikucurkan perbankan. Perusahaan tersebut menjamin kredit UKM yang dinilai memiliki kelayakan usaha berdasar penilaian bank maupun Askrindo. (H22-59) |