| Selasa, 27 Nopember 2007 | BUDAYA |
Hamdan Bawa Dangdut ke Akar MelayuMUSIKUS dangdut senior Hamdan Attamimi, yang lebih dikenal dengan nama Hamdan ATT, punya proyek baru. Dia bersama Amelia Hesty, penyanyi baru asal Pati, dan Ketua Lembaga Seni Budaya Islam Indonesia (Lesbumi) Sastro Ngatawi menghadirkan album dangdut Melayu. Ya, lewat album anyar Cinta yang berisi sembilan lagu, mereka berikhtiar mengembalikan esensi dangdut ke akar budaya aslinya. "Berbeda dari musik dangdut yang telah berkembang sedemikian rupa, album kami mengetengahkan kembali warna Melayu sebagai akar asli musik dangdut modern," ujar Hamdan, saat merilis album di bawah bendera PT Central Puspa Swara itu di Jakarta, Sabtu (24/11) lalu. Hasilnya, kata musikus seangkatan Muchsin Alatas, Meggy Z, dan Mansyur S itu, warna tonil, samrah, dan zafin sebagai akar musik Melayu terasa kental. Menyanyikan musik dangdut Melayu yang punya notasi tersendiri, kata dia, butuh pendekatan kebudayaan yang intensif. Namun, bukan berarti penyanyi di luar akar kebudayaan Melayu, seperti Amelia Hesty, tak mampu menembangkan dangdut Melayu dengan baik. Hamdan, yang menemukan Hesty, kelahiran 15 April 1987, dari sebuah acara musik di Semarang, bahkan yakin semua orang dapat menyanyikan lagu dangdut Melayu jika sungguh-sungguh mendalami. Karena itulah, kata dia, untuk membawakan sembilan lagu itu Hesty harus menempa diri. Dia harus merasa menjadi satu dengan lagu yang dibawakan dalam nuansa Melayu itu. (Benny Benke-53) |