logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 Nopember 2007 BANYUMAS
Line

Pengajian Rutin Ahad Manis

Dari Majelis Taklim Ingin Bangun Ponpes

UNTUK mewujudkan sebuah harapan yang baik, ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Masih diperlukan dorongan yang kuat, agar harapan semacam itu bisa diwujudkan. Hal itu pula yang dialami kelompok pengajian rutin Ahad Manis Majelis Taklim Az-Zahra Desa Babakan Kecamatan Karanglewas Banyumas. Kelompok pengajian yang dipimpin Syech Habid Al Khaf ini, sebenarnya sudah lama berharap bisa mendirikan pondok pesantren. Namun untuk mewujudkan hal itu, diperlukan banyak persiapan. Bukan hanya soal dana, tetapi juga pembentukan yayasan.

Keinginan untuk segera mewujudkan yayasan pendidikan Islam dan ponpes itu, Sabtu (24/11) malam lalu kembali dikemukakan para jamaah dan kiai kondang yang hadir dalam pengajian rutin.

Acara itu memang tergolong besar. Selain para kiai kondang, ulama, dan habib, pengajian diikuti pula oleh sekitar seribu jamaah. Mereka datang dari wilayah Karanglewas dan sekitarnya, Tegal, Bumiayu, Brebes hingga Kebumen dan Purworejo.

Beberapa tokoh yang hadir, antara lain KH Dr Sa'dudin Al Thohar SH LLM, pendiri Yayasan Pendidikan Islam Otong Nawawi (Yayasan Pion) Pandeglang Banten, KH Achmad Rabibi dari Bangkalan Madura, dan KH Ridwan Sururi Kedungbanteng Banyumas (mengisi pengajian). Untuk salawatan, dipimpin oleh Habid Rizal Al Zaelani dari Mersi Purwokerto.

1.400 Meter Persegi

Dalam kesempatan berdialog dengan Suara Merdeka, Syech Habid menyatakan lahan untuk lokasi ponpes sudah disiapkan. Untuk pengembangan pertama luasnya sekitar 1.400 meter persegi. Lokasinya di kompleks tempat tinggalnya.

Rencana pembangunan akan segera dimulai dalam waktu dekat ini. ''Sebelum itu dilakukan kami menyiapkan dulu yayasannya. Sebab yayasan ini ke depan juga untuk mengelola lembaga pendidikan Islamnya,'' kata Habid, di sela-sela pengajian.

Untuk mewujudkan itu, katanya itu bukan karena keinginan pribadinya. Namun atas dorongan dari para jamaahnya dan masukan para kiai atau tokoh-tokoh agama yang selama ini menjalin komunikasi dengannya. Mereka berharap kegiatan pengajian rutin yang sudah berkembang pesat ini bisa ditingkatkan ke arah pembentukan Pompes dan lembaga pendidikan penunjang. (Agus Wahyudi-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA