| Selasa, 27 Nopember 2007 | BANYUMAS |
KiprahBP Paham Dapure Wong BanyumasPURWOKERTO-Selama 30 tahun mengabdi di jajaran Pemkab, membuat Bambang Priyono (BP) sangat paham dengan ''dapure'' (seluk beluk) warga Banyumas. ''Saya biasa makan krawu dengan kang Risad di Karangklesem atau ngobrol dengan Saliman tukang becak dari Pucungrungkad Teluk,'' katanya. Tak heran kalau puluhan tukang becak Purwokerto berniat menjemput ke stasiun saat pulang dari Jakarta beberapa waktu lalu. Tetapi karena BP tak ingin disambut ramai-ramai dia pulang diam-diam ke Purwokerto. Melalui jalan berliku, kini BP dengan dukungan koalisi tiga partai (Partai Demokrat, PKS dan PPP) maju menjadi calon bupati Banyumas. Apa kiat-kiat yang akan dilakukan bila terpilih jadi bupati nanti? Salah satu keinginan besarnya adalah membangun ekonomi rakyat, dengan peningkatan peran pasar tradisional. Hal ini karena dia menganggap pasar tradisional merupakan sarana ekonomi rakyat yang paling banyak diakses untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Pria asli Banyumas ini, sebagai mantan Sekda Banyumas (sampai 2003) sudah malang melintang di jajaran pemerintahan dan berpengalaman mengabdi di Banyumas selama 30 tahun. Banyak yang menilai dia merupakan sosok yang paling mengerti dan memahami Banyumas dengan segala potensi dan permasalahannya. Dia pernah mengunjungi dan bertemu langsung dengan warga Banyumas di seluruh desa yang ada. Karena itu, tidak salah jika banyak yang menyebutnya sebagai Bapane Penginyongan (BP). Padat Karya Untuk memajukan Banyumas, BP melihat investasi sangat diperlukan. Sedangkan investasi yang dimaksudkan adalah investasi yang menyentuh dan melibatkan masyarakat serta padat karya. Bukan investasi yang masinal dan hanya mengandalkan mesin sehingga tidak menyerap lapangan pekerjaan. Investasi padat modal ini hanya menguntungkan segelintir orang saja. Banyumas merupakan kabupaten yang mempunyai sektor andalan di bidang pertanian. Di samping karena hampir 50% persen penduduknya adalah petani dan pendapatan daerahnya juga sebagian besar dari sektor ini. Pertanian dalam hal ini adalah pertanian kerakyatan, pertanian yang peduli pada rakyat, pertanian yang berbasis rakyat. Karena itu BP berkeinginan kuat untuk mengangkat sektor pertanian yang merakyat, yang menyentuh semua lapisan masyarakat. (P16-55) |