logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 26 Nopember 2007 RAGAM
Line

S P E S I E S

Bunga Wijayakusuma, Indah dan Wangi

PERNAHKAH Anda melihat langsung bunga wijayakusuma (Epiphyllum anguliger)? Sebagian besar pembaca pasti akan menggelengkan kepala. Ada beberapa alasan mengapa bunga cantik ini jarang kita lihat.

Pertama, tanaman ini belum tentu berbunga setahun sekali. Kalau pun berbunga, dia hanya merekah beberapa saat saja. Kedua, wijayakusuma termasuk salah satu tanaman langka, sehingga tak mudah dijumpai di sembarang tempat.

Tanaman ini berasal dari hutan tropis Amerika Selat-an, kemudian menyebar luas ke Asia Tenggara. Ia bisa tumbuh subur di daerah beriklim sedang hingga tropis, tapi tidak boleh di tempat yang terlalu panas.

Wijayakusuma merupakan salah satu dari 1.500 jenis kaktus, berada dalam kelas Di-cotiledoneae, bangsa Opuntiales dan divisi Anthophita. Ia termasuk unik. Batang-nya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Daunnya pipih, berwarna hijau, dengan permukaan halus (tak berduri). Di setiap tepian daun terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga.

Bunganya bukan hanya indah dipandang mata, tetapi juga sangat harum. Wanginya bisa diibaratkan perpaduan antara wangi bunga kamboja, melati, dan sedap malam. Tidak heran jika bunga ini pernah menjadi kelangenan orang Jawa di masa lalu, termasuk kaum bangsawan keraton.

Simbol Perilaku

Kembang wijayakusuma menjadi simbol perilaku manusia yang berakal dan berbudi luhur. Pasalnya, meski cantik dan wangi, tanaman ini tidak pernah menonjolkan diri. Bahkan ia hanya mekar di malam hari, ketika manusia sedang tertidur lelap.

Konon, siapa yang dapat melihat proses mekarnya bunga di tengah malam akan dilancarkan rezekinya.

Bahkan, raja-raja Mata-ram yang baru dinobatkan tidak akan diakui oleh ''komunitas dunia lain'', kalau belum memetik bunga wijayakusuma sebagai pusaka keraton. Tradisi itu mengacu pada kepercayaan bahwa tanaman wijayakusuma merupakaan jelmaan pusaka keraton Batara Kresna (titisan Wisnu).

Bukan itu saja, bunga wijayakusuma juga berkhasiat bagi kesehatan. Misalnya dapat menghentikan perdarahan (hemostatis), antiradang, obat batuk, dan peluruh dahak (mukolitik). Bunganya memiliki rasa manis dan bersifat netral. Sedangkan batangnya asin, asam, bersifat sejuk, dan juga berkhasiat antiradang.

Untuk obat yang diminum, misalnya, Anda bisa merebus bunga wijayakusuma sebanyak 10-20 gram (sekitar 3-5 kuntum), kemudian airnya minum. Untuk pemakaian luar (bisul / luka berdarah), batang yang segar digiling halus, lalu diturapkan ke tempat yang sakit, dan dibalut.

Tumbuhan ini juga memiliki daya ampuh untuk meredam rasa sakit, menetralisasi pembekuan darah, dan mempercepat masaknya luka abses. (Dela SY, dari berbagai sumber-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA