| Senin, 26 Nopember 2007 | PANTURA |
100 Warga Terkena Chikungunya
SLAWI - Sekitar 100 warga Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal terkena chikungunya. Selain orang dewasa, anak-anak juga terkena. Gejala yang dirasakan warga, di antaranya rasa pegel pada persendian tubuh, kaki dan mata agak memerah. Imam Subandi, Kasi Perekonomian Desa Purwahamba mengungkapkan, chikungunya menyerang hampir di semua rukun warga (RW), terutama dari RW 01 hingga RW 11. "Penyebarannya cepat sekali. Meski demikian, tidak sampai fatal. Sebab, apabila warga sudah merasa ngilu-ngilu, mereka langsung berobat,"kata dia yang juga ketua RW 04 itu. Hal yang sama juga disampaikan Sugeng Supriarto, Ketua RT 9/RW 4. Ia mengatakan, warga yang terkena chikungunya di lingkungannya sekitar 10 orang. Mereka sudah sudah berobat ke dokter atau puskesmas setempat. Sebagian sudah sembuh. "Mereka mengeluhkan pegel-pegel di tiap persendian. Setelah diperiksakan ternyata terkena chikungunya," terangnya. Tidak Bisa Beraktivitas Eti, warga RT 10, RW 4 mengungkapkan, dirinya dan sebagian besar warga yang tinggal di sekitar rumah juga terkena penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk itu. "Warga sini yang terkena banyak sekali mencapai puluhan orang. Itu pun belum termasuk RT lainnya," jelasnya. Keluhan serupa diungkapkan seorang warga, Maria Ulfah. Bahkan, selain dirinya anaknya Refan yang masih berumur dua bulan juga terkena penyakit tersebut. Dia mengetahui anaknya terkena chikungunya setelah diperiksakan ke dokter. Seorang penderita Imam Subekti, warga RT10 menuturkan sudah hampir tiga hari dirinya tidak bisa beraktivitas. Semua persendiannya pegel. Karni yang juga warga RT 10 mengungkapkan, anak dan dua cucunya yang tinggal di RT 12 terkena penyakit tersebut. Untuk itu, dia berharap pemerintah segera melakukan penyemprotan dan pemberian obat gratis bagi warga yang terkena penyakit tersebut. Kapala Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK) Kabupaten Tegal M Widodo mengatakan, untuk penanganan chikungunya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. "Biasanya Dinkes dan puskesmas setempat sudah menanganinya," terangnya. Kendati demikian, ia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, juga menjaga kesehatan. Sebab, saat perubahan iklim itu dapat berpengaruh pada daya tahan tubuh. (H3-61) |